SIARINDOMEDIA.COM – Council on American-Islamic Relations (CAIR) menyambut baik upaya Presiden Joe Biden dalam mendorong tercapainya gencatan senjata di Gaza. Dewan Muslim di AS tersebut mengapresiasi langkah Biden sebagai upaya yang seharusnya dilakukan sejak lama untuk menghentikan konflik di wilayah Jalur Gaza.
“Kami menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang sudah lama ditunggu-tunggu ini, yang seharusnya dilakukan oleh Presiden Biden untuk diterima Netanyahu lebih dari setahun yang lalu. Daripada menggelontorkan dana (untuk agresi Israel) yang menyebabkan begitu banyak kematian dan kehancuran,” ujar Nihad Awad, Direktur Eksekutif CAIR, dalam sebuah pernyataan resmi.
Dikutip dari Al Jazeera, Awad juga memberikan pujian kepada Presiden terpilih Donald Trump yang disebut telah memainkan peran penting dalam mendesak Israel untuk menerima kesepakatan gencatan senjata.
Trump sendiri akan dilantik sebagai Presiden AS ke-47 pada 20 Januari 2025. Sehingga pandangan-pandangannya terhadap isu global, termasuk konflik Hamas-Israel, dinilai merupakan refleksi kebijakan AS di bawah kepemimpinannya.
Trump sebelumnya dilaporkan memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Israel akan menghadapi konsekuensi serius jika terus menolak kesepakatan tersebut.
Selain itu, Awad mendesak Trump untuk melanjutkan upaya dalam mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina.
“Agar perdamaian yang adil dan abadi dapat terwujud di seluruh wilayah tersebut,” tambahnya.
.@realDonaldTrump
We commend you for pushing for a ceasefire deal & reportedly warning Netanyahu that Israel, too, would face consequences for continuing to refuse to make a deal. We urge you to ensure that the Israeli government does not sabotage this ceasefire deal. pic.twitter.com/EAHPWV8ggv— Nihad Awad (@NihadAwad) January 15, 2025
CAIR selama ini dikenal sebagai organisasi nirlaba yang aktif dalam advokasi hak-hak Muslim di Amerika Serikat. Organisasi ini memiliki sejarah panjang dalam berbagai gugatan untuk melawan kebijakan-kebijakan Trump yang dianggap diskriminatif terhadap komunitas Muslim di Amerika Serikat. (TON)













