HAMAS-ISRAEL CAPAI GENCATAN SENJATA, PEMBEBASAN SANDERA SEGERA DIMULAI

SIARINDOMEDIAA.COM – Gencatan senjata antara Hamas dan Israel resmi diumumkan pada Rabu (15/1/2025) malam waktu AS. Hal ini menandai akhir dari konflik yang berlangsung selama 15 bulan. Kesepakatan gencatan senjata ini akan diikuti dengan pembebasan sandera yang ditahan Hamas serta ratusan tahanan Palestina dari penjara Israel.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyambut baik kesepakatan tersebut.

“Kesepakatan ini akan menghentikan pertempuran di Gaza, meningkatkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan bagi warga Palestina, dan menyatukan para sandera dengan keluarga mereka setelah lebih dari 15 bulan dalam penahanan,” ujar Biden dalam pernyataan resminya.

Biden menjelaskan rencana gencatan senjata telah dibahas sejak Mei 2024 dan mendapatkan dukungan penuh dari Dewan Keamanan PBB.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini tercapai berkat tekanan terhadap Hamas dan perubahan situasi regional, termasuk gencatan senjata dengan Hezbollah di Lebanon dan melemahnya dukungan Iran.

“Sudah saatnya pertempuran ini diakhiri dan pekerjaan membangun perdamaian serta keamanan dimulai,” tegas Biden.


Berdasarkan laporan The Jerusalem Post, Hamas akan membebaskan 33 dari 131 sandera yang masih ditahan di Gaza pada tahap awal gencatan senjata.

Pembebasan sandera akan dilakukan secara bertahap selama 16 hari, dengan prioritas pada wanita, anak-anak, dan pria berusia di atas 55 tahun. Sedangkan Israel akan membebaskan sejumlah tahanan Palestina, meskipun jumlah pastinya belum diungkapkan.

Gencatan senjata ini dimediasi Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar.

Meski Hamas belum secara resmi mengumumkan kesepakatan tersebut, pejabat senior Hamas, Basem Naim, mengonfirmasi bahwa perjanjian telah dicapai. Pejabat Israel juga mengonfirmasi hasil negosiasi yang berlangsung di Doha, Qatar.

Fokus Pembebasan Sandera

Kesepakatan ini terbagi dalam tiga fase. Fase pertama berlangsung selama 42 hari dengan fokus pada pembebasan sandera. Hingga saat ini, belum ada keterangan pasti mengenai waktu pembebasan tahanan Palestina oleh Israel.

HANCUR LEBUR. Seorang ibu dan anaknya di antara puing-puing reruntuhan di Gaza yang dibombardir Israel. Foto: Getty Images

Dalam serangan yang terjadi pada 7 Oktober 2023, Hamas menangkap sekitar 250 warga sipil, termasuk warga negara Amerika Serikat, dan menewaskan sekitar 1.200 orang di wilayah selatan Israel.

Akibat serangan tersebut, Israel membalas membabi buta dengan membumihanguskan sebagian besar wilayah Gaza. Serangan brutal Israel menewaskan 46.707 warga Palestina dan melukai lebih dari 110.000 lainnya.

Gencatan senjata ini diharapkan dapat membuka jalan bagi perdamaian dan rekonsiliasi di kawasan yang terus dilanda konflik tersebut. (TON)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *