SIARINDOMEDIA.COM – Sedikitnya 124 orang tewas ketika sebuah pesawat tergelincir dan keluar dari landasan pacu hingga meletus membentuk bola api di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu, (29/12/2024).
Kementerian transportasi Korea Selatan menjelaskan jika Jeju Air yang melakukan penerbangan dari ibu kota Thailand, Bangkok tersebut setidaknya membawa 181 penumpang.
Pesawat jenis Boeing 737-800 bermesin ganda tersebut terlihat meluncur di landasan tanpa roda pendaratan yang jelas sebelum menghantam dan menimbulkan ledakan api yang melahap bagian-bagian pesawat hingga puing-puing ikut terpecah belah.
Muan Lee Jung-hyun, kepala pemadam kebakaran mengungkapkan ada dua awak yang berhasil diselamatkan dari bagian ekor pesawat yang terbakar. Sementara menurutnya, api berhasil dipadamkan pada pukul 01.00 siang.
“Hanya bagian ekornya yang masih sedikit berubah bentuknya, sedangkan bagian lainnya (pesawat) tampak hampir mustahil dikenali,” ucapnya.

Menurut data Kementerian Perhubungan, insiden ini menjadi kecelakaan udara terburuk dalam hampir tiga dekade yang dialami oleh maskapai penerbangan di Korea Selatan sejak tragedinya kecelakaan Korean Air di Guam tahun 1997 yang menewaskan lebih dari 200 orang.
Muan Lee Jung-hyun juga menjelaskan jika para investigator tengah menyelidiki kemungkinan adanya tabrakan burung hingga roda pendaratan tidak berfungsi. Ataupun kondisi cuaca yang mungkin menjadi penyebab kecelakaan tersebut.
Jeju Air merupakan maskapai penerbangan berbiaya rendah yang didirikan pada tahun 2005. Maksapai tersebut mengoperasikan rute internasional ke Jepang, Thailand, dan Filipina, serta melakukan sejumlah penerbangan domestik.
Kementerian Transportasi menjelaskan Jet Boeing 737-800, yang dioperasikan oleh Jeju Air sudah diproduksi sejak tahun 2009.
Dalam sebuah acara di stasiun televisi, Kim E-bae selaku CEO Jeju Air telah meminta maaf atas kecelakaan tersebut.













