Tulisan Dr. Imam Muhajirin Elfahmi SH, S.Pd, MM, (Coach Fahmi)
Jaringan Indonesia Berdaya
Penerima Anugerah Insan Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 2024.
SIARINDOMEDIA.COM – Fenomena di masyarakat saat ini yang terjadi antara lain sulitnya ekonomi, mahalnya harga-harga kebutuhan pokok, hingga menyempitnya lapangan pekerjaan. Terutama pasca Covid-19, masa recovery ekonomi belum sepenuhnya membaik. Banyak perusahaan yang terdampak pandemi pun belum juga membaik. Bahkan perusahaan start up yang tumbuh menjamur di masa pandemi Covid, justru saat ini mengurangi pekerja besar-besaran.
Dilansir dari Bloomberg pada Juni 2024, perusahaan e-commerce ternama di Indonesia: Tokopedia juga mengurangi 450 karyawan.
Yang lebih menyedihkan, di kancah global, perusahaan teknologi dunia pun banyak yang merumahkan karyawannya. Dari data Layoffs yang ditulis CNBC, sepanjang 2024 ini, tercatat ada 137 perusahaan teknologi besar sudah ”cuci gudang” karyawannya. Di antaranya Tesla, Amazon, TikTok, Snap, Microsoft.
Kondisi ini akan membahayakan.Efek dominonya panjang. Karena akan meningkatkan tingkat pengangguran yang ujungnya potensial mengganggu keamanan.
Karena itu, konsep ekonomi kerakyatan sebagaiamana yang digaungkan banyak pihak menjadi alternatif Solusi. Di saat banyak perusahaan besar bertumbangan, pilar kekuatan ekonomi ada pada ekonomi kerakyatan. Bisa berbentuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau model usaha lain.
Dari situlah, saya bersama tim melalui Nusantara Gilang Gemilang melahirkan Kampung Wirausaha Nusantara. Program semacam ini menjadi jembatan untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan.
Di Kampung Wirausaha Nusantara ini, masing-masing warga di-support untuk belajar mandiri dengan beragam jenis usaha. Mulai kafe, warung, toko kelontong dan jasa cuci pakaian. Namun sebelumnya, warga sudah dibekali pelatihan wirausaha secara gratis. Bahkan, warga yang kurang mampu mendapatkan pinjaman modal usaha. Dengan catatan warga kurang mampu tersebut ada keseriusan mengembangkan usaha.
Program inilah salah satu upaya mengimplementasikan nilai mulia dalam Pancasila sila ke-5, yakni gotong royong secara ekonomi. Partisipasi pengusaha yang sudah mapan juga ikut didorong untuk men-support warga lain yang sedang merintis usaha.
Dari sinilah, akan tercipta ekosistem ekonomi yang baik di satu wilayah. Mereka tidak terlalu bergantung lagi pada perusahaan besar. Dari spirit ini, juga bisa melahirkan wirausaha-wirausaha muda yang diharapkan mampu menjawab persaingan zaman.
Ayo Terus Gemilangkan Indonesia. (CF)












