Tulisan Dr. Imam Muhajirin Elfahmi SH, S.Pd, MM (Coach Fahmi)
Jaringan Indonesia Berdaya
Penerima Anugerah Insan Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 2024.
SIARINDOMEDIA.COM – Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2024 lalu cukup menyita perhatian publik. Yakni tercatat ada 9,9 juta anak muda generasi Z (usia 15-24 tahun) di Indonesia menganggur karena tidak sekolah, tidak bekerja dan belum punya kesempatan ikut pelatihan. Ini jumlah yang sangat besar.
Faktor pengangguran itu juga ada yang akibat mismatch. Artinya mereka sudah menyelesaikan sekolah atau kuliah, tapi pendidikannya itu tidak nyambung dengan tuntutan pekerjaan. Jadi ada sesuatu yang tidak pas. Kenapa kok bisa begitu?
Saya kira bisa jadi salah dalam mengambil bidang studi. Dia memilih bidang studi yang sudah terlalu banyak diikuti orang lain.
Ke depan, anak-anak muda harus selektif memilah dan memilih pendidikan yang tepat sesuai kebutuhan. Karena di masa depan itu diprediksi akan terjadi yang namanya talent shortage . Yakni kelangkaan sumber daya manusia dalam bidang keahlian tertentu. Talent shortage ini akan terjadi di semua negara. Mulai Singapura, Jepang, Amerika Serikat hingga Eropa.
Menyiapkan skill itu bagian dari investasi masa depan. Berbagai kegiatan saya di Kajian Gemilang Gemilang yang sudah berjalan belasan tahun sesungguhnya dalam upaya itu. Yakni berinvestasi menyiapkan anak muda menguasai berbagai keahlian. Berani memulai berbisnis, berlatih kepemimpinan dan memahami manajemen.
Saya selalu ajarkan, anak muda sesekali boleh enjoy, main game dan lainnya, tapi aktivitasnya itu harus earn , yakni menghasilkan. Jadi syarat bisa enjoy harus menghasilkan. Saya kira menghasilkan apa saja. Bisa menghasilkan ilmu baru, pengalaman, mitra baru, peluang hingga finansial.
Dari itulah pentingnya investasi sejak dini. Investasi bisa berupa pendidikan, pengetahuan, keterampilan baru, dan keuangan. Karena jika sampai salah investasi, maka nilainya seseorang menjadi rendah.
Belajar investasi keuangan misalnya, dengan membiasakan menyisihkan seberapa kecil pun pendapatan, ada yang disisihkan untuk investasi. Jangan sampai pendapatan dihabiskan. Ini yang penting harus mulai dipahamkan pada anak-anak generasi muda kita.
Ayo Gemilangkan Anak-Anak Muda demi Kemajuan Indonesia. (CF)












