Tulisan Dr. Imam Muhajirin Elfahmi SH, S.Pd, MM,
Jaringan Indonesia Berdaya
Penerima Anugerah Insan Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 2024.
SIARINDOMEDIA.COM – Dalam sebuah wawancara di televisi beberapa tahun silam, Amien Rais yang saat itu menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) memberi pesan bijak kepada Dede Yusuf. Kader PAN yang akan maju sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat kala itu dikasih wejangan untuk memperbanyak membaca buku dan menyelami kebutuhan masyarakat di Jawa Barat sebelum terpilih sebagai pemimpin.
”Karena kalau sudah jadi pemimpin, tidak akan ada banyak waktu, bahkan tidak sempat untuk membaca buku,” saran Amien Rais kala itu.
Pesan ini mengisyaratkan, untuk menjadi pemimpin itu harus punya persiapan cukup. Tidak sekadar jiwa leadership, tapi juga modal pengetahuan yang cukup. Agar pemimpin itu bisa cepat menguasai masalah yang dihadapi masyarakat. Jangan sampai pemimpin justru menjadi masalah bagi rakyatnya.
Tidak mudah menjadi pemimpin terbaik. Butuh persiapan sangat panjang. Butuh motivasi tinggi secara long time. Sejak kecil pun harus mendapat berbagai tempaan hidup yang sangat keras. Karena tidak ada pemimpin-pemimpin hebat di dunia ini yang melalui proses biasa-biasa saja.
Mereka harus melewati kerja keras, berani melawan berbagai risiko. Tidak ada pemimpin hasil “warisan”. Pemimpin harus diciptakan. Karena banyak dari keturunan pemimpin hebat, tapi tidak bisa menjadi pemimpin seperti orang tuanya. Sebaliknya tidak sedikit anak orang biasa yang justru menjadi pemimpin besar.
Menyadari itulah, melalui Kajian Spirit Gemilang yang sudah berlangsung bertahun-tahun, saya berupaya menyiapkan calon-calon pemimpin hebat di berbagai bidang.
Pendidikan karakter mulai kejujuran, tahan banting, detail mempelajari sesuatu, tidak mudah merasa puas dengan apa yang telah diraih menjadi modal penting calon pemimpin. Dan yang pasti harus tekun dan mencintai apa saja yang menjadi pekerjaannya. Kalau prinsip ini yang menjadi pegangan, potensi bisa menjadi pemimpin hebat sangat besar.
Mengutip artikel P. Subagio yang dilansir di djkn.kemenkeu.go.id, kepemimpinan yang hebat itu disebut getting things done , bisa mencapai hasil terbaik dan bisa menjadi influence yang menggerakkan dan mempengaruhi orang lain.
Tentang tipikal pemimpin bisa bermacam-macam. Tergantung karakter. Hanya di manajemen kepemimpinan modern, karakter pemimpin yang ideal dan efektif adalah model transformasional. Dia pemimpin yang menekankan pada perhatian (attention), komunikatif (communication), kerpercayaan (trust), rasa hormat (respect) dan berani ambil risiko (risk).
Untuk menyiapkan calon pemimpin hebat itu, perlu memberi kesempatan pada anak muda. Beri mereka peran dan kepercayaan lebih. Dan juga terus diberi motivasi agar muncul spirit kepemimpinan unggul di masa mendatang.
Dengan bekal pengalaman yang cukup, setidaknya pemimpin harus memiliki 4 C. Yakni Critical Thinking and Problem Solving, Communication dan Negotiation, Collaboration and Partnership serta Creativity dan Innovation. Dengan modal tersebut pemimpin akan bisa mengatasi persoalan yang ada. Karena empat C itu saling terkait dan menghubungkan satu sama lainnya.
Ayo Gemilangkan Indonesia dengan menyiapkan calon pemimpin untuk masa mendatang. (CF)












