Tulisan Dr. Imam Muhajirin Elfahmi SH, S.Pd, MM, (Coach Fahmi)
Jaringan Indonesia Berdaya
Penerima Anugerah Insan Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 2024.
SIARINDOMEDIA.COM – Baru-baru ini, tepatnya pada 15 Juli lalu, dunia agak dikejutkan dengan keputusan Donald Trump, kandidat Presiden Amerika Serikat yang memilih bakal calon wakilnya dari kalangan anak muda. Namanya James Donald Bowman atau yang akrab disapa JD Vance. Usianya baru 39 tahun.
Kenapa agak mengejutkan? Karena jarang sekali negara berjuluk Paman Sam itu mempercayakan kepemimpinan pada anak muda. Apalagi sekelas Donald Trump yang dikenal sebagai pemimpin berkarakter “kolot” itu justru memilih calon pasangannya yang seusia anaknya. Padahal JD Vance ini adalah mantan pengkritik Trump yang paling radikal.
Apa sebenarnya arti di balik dipilihnya JD Vance oleh Trump ini? Saya mengkaji dari sisi spirit anak muda. Trump menyadari jika tantangan ke depan, sebuah negara sekelas AS saja butuh energi baru, pemimpin baru dari kalangan anak muda. JD Vance diyakini mampu meyakinkan dan merangkul generasi milenial AS itu.
Perkembangan dunia dengan teknologinya memang begitu pesat. Dan ini, anak-anak muda yang bisa lebih cepat beradaptasi. Makanya, menyiapkan skill dari berbagai bidang terhadap anak-anak muda untuk menjadi pion-pion di semua sisi kehidupan di negeri ini menjadi sebuah keniscayaan.
Melalui Jaringan Indonesia Berdaya yang saya kembangkan sejak 1991, tujuannya adalah mencetak kader generasi muda yang siap tempur di segala medan. Melalui program laboratorium usaha untuk siswa SMP dan SMA, harapannya mereka tercetak menjadi pengusaha sukses. Mereka pengusaha yang cepat adaptasi dengan kebutuhan konsumennya.
Melalui Scale Up Leadership Coaching, mereka siap menjadi pemimpin yang adil. Dia cepat tahu akan kebutuhan masyarakat yang dipimpinnya.
Menyiapkan generasi muda jangan sampai terlambat. Karena negara-negara lain juga sudah “lari kencang” menyiapkan anak-anak sejak kecil dengan penguatan karakter.
Di Jepang misalnya, seperti yang dilansir Himawari Day Care Indonesia, siswa PAUD sampai TK di Negeri Sakura itu tidak langsung diberi mata pelajaran. Sebelum masuk SD, ada program namanya Hyoko Gumi. Mereka hanya diajari tertib, hidup teratur, belajar kebiasaan antri, belajar kerapian, kejujuran dan hanya bermain pasir. Begitulah cara Jepang menyiapkan anak-anak berkarakter.
Saya kira, potensi anak-anak di negeri ini tak kalah dengan negara lain. Tugas kita semua adalah terus memberikan pendidikan karakter sesuai dengan adat budaya Indonesia yang luar biasa elok ini. Tinggal bagaimana kita merancang dan mengarahkan roadmap anak-anak.
Kita harus bisa menunjukkan peta jalan menuju keberhasilan. Karena tugas anak muda harus menjadi solusi bagi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Anak muda harus semangat untuk mendapatkan energi dan gairah demi meraih masa depan Indonesia yang gemilang.
Ayo Terus Gemilangkan Indonesia dengan menyiapkan anak-anak sejak sekarang. (CF)












