Tulisan *Dr. Imam* *Muhajirin* *Elfahmi* *SH* , *S.Pd* , *MM* (Coach Fahmi)
_Jaringan Indonesia Berdaya__
Penerima *Anugerah* *Insan* *Pancasila* dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 2024
SIARINDOMEDIA.COM – Di berbagai banyak kisah, tidak pernah ditemukan kesuksesan seseorang diraih secara cuma-cuma. Orang-orang hebat di berbagai bidang, tidak mungkin mencapai puncak keberhasilan, tanpa mengeluarkan darah dan air mata. Semua hampir dipastikan melalui berbagai halangan, rintangan, kerikil tajam hingga jurang yang curam. Hanya orang-orang pilihan saja yang sukses menaklukkan berbagai rintangan itu. Bahkan sekelas para nabi saja, ujian yang dihadapi sangat berat. Padahal mereka orang-orang yang hati dan jiwanya tergolong sangat dekat dengan Sang Pencipta.
Begitulah hidup. Secara hukum alam, manusia itu tercipta harus siap berkompetisi. Bahkan sebelum lahir saja, kita semua sudah “bertarung” di alam rahim sehingga pemenangnya adalah kita yang bisa sampai lahir di dunia ini.
Tuhan sendiri telah mengajarkan kepada manusia untuk fight menghadapi segala tantangan hidup. Maka, ada ancaman sangat berat bagi siapa saja yang mengakhiri hidupnya (bunuh diri) karena putus asa. Maka, kita semua diajarkan untuk selalu optimistis. Karena setiap ada kesulitan pasti disertai kemudahan. Wujud dari optismisme dan tidak putus asa itu adalah bertahan saat kekuatan sedang melemah. Selalu bertahan ketika kenyataan ternyata tidak sesuai harapan. Selalu sabar di kala cobaan melanda hidup. Tak lelah berusaha ketika kesuksesan yang diupayakan belum kunjung tiba. Dan bertahan ketika cinta dan kesetiaannya ternyata masih diragukan.
Tidak pernah ada kamus dalam hidupnya: ”Aku sudah tidak kuat”. Sikap-sikap optimisme inilah yang sejak dini harus ditanamkan kepada generasi muda. Karena tantangan hidup ke depan tentu jauh lebih berat. Segala jenis persaingan kian ketat. Mental dan karakternya harus dibangun agar tidak menjadi generasi yang cengeng. Tidak gampang menyerah dengan kondisi apapun. Tidak mudah mengeluh karena tekanan cobaan. Dan jangan pernah menyalahkan orang lain dengan mengatakan: “Mengapa tidak ada yang menolong?”. Berbaik sangka saja dengan kondisi yang ada.
Bahkan di tengah ketidakpastian hidup ini, senyampang terus berikhtiar, tetap yakin dan optimistis pasti akan ada jalan keluar. Selalu yakin badai akan berlalu. Selalu percaya, ada hujan pasti saatnya pun akan reda.
Lantas apa hikmah di balik segala ujian itu? Tantangan hidup mengajarkan jika ketika semua dalam kondisi baik-bak saja, maka bisa jadi kita tidak mengenal arti sabar dan ikhlas. Jika semua yang kita harapkan selalu terwujud, barangkali kita tidak akan merasakan bagaimana bahagianya meraih sesuatu yang didapat dengan susah payah.
Jika setiap HARAPAN kita selalu berjalan SESUAI RENCANA, kita tidak akan pernah belajar bahwa KECEWA itu dapat MENGUATKAN.
Karena hidup penuh cerita suka dan duka, semoga semua cerita kehidupan kita berakhir dengan kebahagiaan.
Dunia adalah milik orang BERSEMANGAT yang bisa menjaga ketenangannya. Karena orang yang bersemangat tetap yakin akan melihat hasil yang baik.
Ayo Gemilangkan Indonesia dan Terus Bertahan dalam Kehidupan ini. (CF)












