Tulisan *Dr. Imam Muhajirin Elfahmi SH, S.Pd, MM,*
_Jaringan Indonesia Berdaya_
Penerima *Anugerah Insan Pancasila* dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 2024
Hari ini, tepat pada 12 Juli 2024 momentum untuk memperingati Hari Koperasi Nasional. Barangkali kita semua tahu, koperasi kerap disebut sebagai jantung roda perekonomian bangsa. Atau ada pula yang menyebut dengan soko guru ekonomi.
Koperasi telah terbukti menjadi salah satu penggerak perekonomian. Selama ini koperasi lahir dan tumbuh dari rakyat kecil dampak himpitan lapangan ekonomi akibat sistem kapitalisme.
Dari masyarakat yang secara ekonomi terbatas itulah, mereka terdorong untuk mempersatukan diri demi menolong diri sendiri dan orang-orang senasib. Maka, di situlah biasanya koperasi terbentuk. Makanya, landasan kegiatan koperasi itu selalu berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat berasas kekeluargaan. Ini sejalan dengan spirit Pancasila khususnya butir 1 pada Sila ke-4 yang berbunyi: Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Namun dalam konteks kekinian, koperasi menghadapi tantangan besar. Saat ini koperasi mengalami tiga distrupsi sekaligus. Yakni distrupsi pandemi, distrupsi teknologi dan distrupsi demografi.
Dari distrupsi pandemi, para pelaku koperasi mau tidak mau harus mengubah pola aktivitas dan siap dengan norma baru. Dengan distrupsi teknologi, yang dihadapi adalah adanya revolusi industri 4.0 yang menuntut pelaku ramah dengan teknologi. Sedangkan distrupsi demografi, koperasi sedang menghadapi dominasi generasi milenial Z dan Alpha.
Lantas apa yang harus dilakukan koperasi? Pengelola koperasi harus mau bertransformasi dalam menjalankan operasional hariannya dengan lebih modern. Di era digital saat ini, akan menjadi lambat berkembang jika koperasi masih menggunakan pola lama. Anak-anak generasi muda bisa saja menjauh dari koperasi. Maka, setidaknya ada empat langkah kolaborasi yang berpotensi menjadikan koperasi lebih berdaya. Yakni, peningkatan pendapatan dengan bisnis model baru. Peningkatan sistem tata kelola kepengurusan, pelayanan dan pemenuhan kebutuhan anggota, serta adanya ekosistem digital untuk seluruh stakeholders koperasi.
Selamat Hari Koperasi ke-77. (*)
(to be continued)












