SIARINDOMEDIA.COM – Piala Dunia 2034 adalah salah satu turnamen paling penting yang tentunya berdampak signifikan untuk persepakbolaan dunia. Pasalnya ajang bergengsi tersebut diprediksi akan dimulai pada Januari 2034 atau sepuluh bulan lebih awal dari yang diharapkan.
Sehingga daftar jadwal pertandingan Liga Primer Natal juga akan mendapatkan pengurangan, seperti saat turnamen Qatar yang diselenggarakan November 2022.
Berdasarkan laporan terkini, turnamen akbar Piala Dunia kemungkinan besar akan dimajukan, mengingat pada bulan Januari 2034 akan berlangsung Ramadhan yang menjadi bulan penting untuk umat Muslim di Arab Saudi dan negara-negara Islam lainnya.
Perwakilan 211 asosiasi anggota FIFA akan melakukan konfirmasi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2030 dan 2034 pada kongres minggu mendatang.
Ini berarti kompetisi 2030 akan dilaksanakan kemungkinan di Maroko, Portugal, dan Spanyol walaupun tiga laga pembuka akan diselenggarakan di Argentina, Paraguay, dan Uruguay.
1. Arab Saudi Kandidat Terkuat Host Piala Dunia 2034
Arab Saudi merupakan satu-satunya kandidat kuat penyelenggara Piala Dunia 2034 berdasarkan keputusan bersama dari kedua ajang yang diadakan dan diharapkan tercapai adanya aklamasi.
Proses penawaran tersebut memiliki hasil skor evaluasi yang tinggi yang pernah dihasilkan oleh calon tuan rumah dari acara tersebut, adalah 419,8 poin untuk total 500.
Evaluasi tersebut meliputi beragam aspek, mulai kesiapan infrastruktur, dukungan pemerintah, hingga dampak sosial.
Tradisi penyelenggaraan acara tersebut kemungkinan besar akan mengalami perubahan untuk musim panas ini.
Secara resmi, Piala dunia di Arab Saudi masih akan diselenggarakan untuk musim panas. Meskipun suhu di negara Teluk itu bisa mencapai sekitar 45 C setiap bulan Juni.
Hal tersebut tidak dapat dilaksanakan dari segi kesehatan serta fisik para pemain yang bertanding dan para suporter yang datang ke negara tersebut.

Walaupun demikian Piala Dunia pada musim dingin pertama, yang berlangsung di Qatar pada tahun 2022 lalu, penyelenggaraannya justru dipindahkan pada musim dingin bulan November dan Desember.
Larena itu, permasalahan penjadwalan dimulainya penyelenggaraan tahun 2034 kemungkinan pada Januari. Hal ini diprediksi lebih mungkin terjadi.
Tanggal-tanggal di Saudi bertepatan dengan jadwal yang diantisipasi dalam periode keagamaan seperti puasa Ramadhan, saat umat Islam harus berpuasa di siang hari.
Kecuali ada persetujuan dari otoritas Arab Saudi untuk memberikan izin, yang diprediksi tidak mungkin terjadi, sehingga akan dibahas untuk memajukannya pada awal Januari.
2. Dampak pada Kalender Sepak Bola Dunia
Hal itu mungkin akan berakhir dengan pertandingan Boxing Day yang menandakan berakhirnya paruh pertama ajang domestik yang sangat padat, terutama di Liga Inggris.
Semua laga fase awal dari tiga kompetisi pada klub-klub Eropa juga perlu disesuaikan untuk jadwal yang dipersingkat.
Edisi 2026 pada turnamen terbaru akan diperluas yaitu dengan 48 tim dan juga 104 pertandingan yang mempunyai durasi turnamen hingga 38 hari.
Walaupun bisa sedikit dipersingkat, 35 hari dikatakan sebagai jangka waktu minimum dan lebih memungkinkan sehingga terdapat jeda tujuh minggu pada musim Liga Primer.
3. Tantangan Hak Asasi Manusia
Penunjukan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 menuai perhatian dari seluruh dunia, terutama mengenai isu hak asasi manusia.
Evaluasi dari FIFA sendiri mencatat jika resiko pada sektor ini bersifat sedang, sehingga masih dibutuhkan upaya-upaya signifikan dalam memastikan adanya peningkatan hak asasi manusia di Arab Saudi.
FIFA juga menggarisbawahi jika pelaksanaan acara penting ini bisa menjembatani ke arah yang positif, sebagaimana yang terjadi ketika Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 lalu.
Demikian kemungkinan dimajukannya kompetisi Piala Dunia 2034 yang berlangsung di Arab Saudi untuk menghindari bentrokan waktu dengan puasa Ramadhan bagi umat Muslim yang menjalankan.












