SIARINDOMEDIA.COM – Cuaca ekstrem melanda Kota Malang dalam beberapa hari terakhir. Perubahan drastis antara panas terik dan hujan deras telah mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan berbagai potensi gangguan kesehatan. BMKG mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru guna meminimalisir risiko yang ditimbulkan oleh cuaca yang tidak menentu ini.
Kondisi cuaca yang tidak stabil menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air akibat hujan deras yang tiba-tiba, sementara cuaca panas yang terik membuat suhu udara menjadi sangat tidak nyaman. Menurut laporan BMKG, suhu di Malang pada tanggal 14 Oktober 2024 mencapai 32 derajat Celsius dan hujan turun tak terduga di sore hari.
Perubahan cuaca yang cepat ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Salah seorang warga Malang, Anie, menceritakan pengalamannya “Kemarin saya sengaja tidak membawa mantel karena cuaca panas. Namun, tiba-tiba hujan deras, dan saya pulang dalam keadaan basah. Sekarang saya mulai merasa demam,” katanya.
Cuaca ekstrem ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan seperti flu, demam, penyakit kulit, dan bahkan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti demam berdarah. BMKG menyarankan agar masyarakat segera mengambil langkah antisipasi.

Pakar kesehatan merekomendasikan beberapa langkah untuk mencegah gangguan kesehatan, di antaranya mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, menjaga kebersihan diri, dan lingkungan.
Masyarakat juga disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari terlalu lama pada saat cuaca terik, serta selalu membawa mantel atau payung untuk menghadapi hujan tiba-tiba.
Selain itu, genangan air akibat hujan deras dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit. Oleh karena itu, warga diminta untuk segera membersihkan genangan di sekitar rumah guna menghindari hal ini.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2024/04/17/bmkg-juanda-cuaca-ekstrem-berpotensi-terjadi-di-jatim-sepekan-ke-depan/”]
Dinas Kesehatan Kota Malang mengimbau agar warga yang mengalami gejala penyakit akibat cuaca ekstrem, seperti demam atau flu, segera memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan terdekat. Masyarakat diingatkan untuk tidak menunda konsultasi dengan tenaga medis jika merasakan gejala ringan sekalipun.
Cuaca yang tidak stabil diperkirakan masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan. Warga diharapkan terus waspada dan menjaga kesehatan serta memperhatikan informasi prakiraan cuaca harian agar dapat mempersiapkan diri dengan baik.














