WAHYU HIDAYAT AKTIF DI BERBAGAI KEGIATAN NU
Terlepas pada saat menjadi ketua panitia peringatan 1 Abad NU, disampaikan Kiai Hamim, Wahyu Hidayat juga mendukung beragam kegiatan yang diselenggarakan NU. Bahkan, diakui Kiai Hamim, jika ada kegiatan yang diadakan NU, beragam fasilitas juga tidak pernah dipersulit oleh Wahyu Hidayat maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Termasuk saat menggunakan Pendapa Kabupaten Malang.
Atas beberapa khidmat kepada NU itulah, Kiai Hamim terkesan menyayangkan bila ada yang menyebut Wahyu Hidayat bukanlah warga NU.
“Artinya beliau itu orang NU. Bahkan kalau ada acara selamatan, saya kadang juga diundang untuk datang ke rumahnya Pak Wahyu,” imbuhnya.
Tidak hanya disalurkan ke NU, pengabdian Wahyu Hidayat, diakui Kiai Hamim, juga disalurkan saat menjabat di pemerintahan. Sebagaimana diketahui, selain pernah menjabat Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat juga pernah mengemban amanah sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Malang.
“Sepengetahuan saya, kalau secara pemerintah, beliau itukan ASN jabatan paling tinggi di Kabupaten Malang, karena Sekda. Artinya secara kapasitas, kapabilitas orang itu kalau menjadi Sekda pengalamannya sudah mumpuni khususnya untuk birokrasi,” ujarnya.
Kemampuan tersebut, sepemandangan Kiai Hamim, juga direalisasikan saat Wahyu Hidayat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang. Di mana, tidak hanya saat menjabat Sekda Kabupaten Malang, ketika mengemban amanah sebagai Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga menorehkan beragam prestasi dan apresiasi bahkan sampi tingkat Pemerintah Pusat.
“Kalau untuk memimpin daerah, Sekda itu satu sisi juga yang memimpin secara birokrasi di Kabupaten Malang. Sehingga saat menjadi Pj terbaik, ya karena memang pengalamannya di Kabupaten Malang dengan 33 kecamatan, sedangkan di Kota Malang hanya 5 kecamatan,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, saat ini Wahyu Hidayat juga maju pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sebagai Calon Walikota Malang. Terkait hal itu, Kiai Hamim enggan untuk lebih jauh berkomentar. Sebab, itu merupakan pilihan politik dari Wahyu Hidayat.
“Itu merupakan hak beliau selaku orang yang memang menurut saya secara kapasitas, kapabilitas, juga pengalaman dan secara akademis beliau memang mampu. Terbukti akademisnya juga bagus, artinya secara intelektual, leadership termasuk waktu (jabat sekda) di Kabupaten Malang, saya lihat lumayan bagus,” ujarnya.
Terlepas dari perhelatan Pilkada serentak 2024, Kiai Hamim menyebut Wahyu Hidayat merupakan sosok yang cekatan. Selain itu juga memiliki kepribadian yang baik.
“Orangnya humble, sabar. Artinya untuk menyelesaikan masalah itu ya bisa terselesaikan. Kalau saya lihat secara leadership, itu dapat. Pandangan saya pribadi, menurut saya kalau kemampuan, kemudian profilnya saya suka, untuk jadi pimpinan itu bagus,” pungkas Kiai Hamim. (*)













