SIARINDOMEDIA.COMĀ – Sebagai bentuk dari Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM), sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiya Malang (UMM) melakukan serangkaian kegiatan penyuluhan berserta dengan pembuatan Ecobrick di Desa Purwosekar, Kec. Tajinan, Kabupaten Malang, Jumat (16/8/2024).
Tujuan dari dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat setempat mengenai pentingnya cara pengelolaan sampah yang baik dan benar, serta dapat diinovasikan dengan berbagai kreasi-kreasi lainnya sehingga mampu mengembangkan kreativitas masyarakat.
Acara yang berlangsung di Balai Desa ini dihadiri oleh kurang lebih 15 Ibu-Ibu yang tergabung dalam kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Para mahasiswa dengan aktif memberikan materi penyuluhan mengenai dampak yang terjadi kepada lingkungan dari adanya sampah plastik, dan bagaimana Ecobrick dapat dijadikan alternatif untuk pengelolaan sampah secara efektif.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2023/05/05/mahasiswa-umm-ciptakan-mesin-elektrolisis-hidrogen-1/”]
Proses penyuluhan diawali dengan memberikan pemahan mengenai dampak negatif dari sampah plastik terhadap lingkungan. Para Mahasiswa menjelaskan bagaimana sampah plastik tersebut memerlukan waktu yang lama agar dapat terurai. Sehingga, diperlukannya solusi yang kreatif dan inovatif, seperti pembuatan Ecobrick.
Setelah penyuluhan, para mahasiswa melakukan demonstrasi pembuatan Ecobrick, diawali dengan memasukan sampah-sampah plastik yang telah dikumpulkan sebelumnya ke dalam botol plastik hingga padat. Botol-botol yang sudah terisi penuh dengan plastik dapat dirangkai menjadi barang berguna seperti meja, kursi dan lain-lain.

Ibu-ibu PKK dengan sangat antusias mengikuti proses pembuatan Ecobrick dengan memasukkan semua sampah plastik kedalam botol-botol bekas yang telah disediakan, botol-botol yang telah terisi penuh dengan plastik akan dirangkai menjadi meja hias. Selain itu, beberapa anggota ibu-ibu PKK juga belajar merajut dan hasil rajutan tersebut akan digunakan sebagai taplak meja.
Para anggota PKK Purwokerto menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi mereka yang telah hadir.
āSangat inovatif, bisa saya jadikan materi untuk mengajar murid saya,ā ujar salah satu anggota PKK yang berpofesi sebagai guru.
Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok PMM juga merasa sangat senang dan bangga bisa berbaur dengan para anggota PKK.
āHarapan kami agar kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan baru mengenai Ecobrick, dan dapat dipraktikan di rumah masing-masing,ā pungkas Dita, selaku ketua koordinator kelompok PMM.













