SIARINDOMEDIA.COMÂ -Beberapa hari terakhir warga Kota Malang menerka-nerka nama yang akan menggantikan Wahyu Hidayat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Malang yang resmi mengundurkan diri karena akan maju di Pilwalkot Malang 2024.
Kini, Iwan Kurniawan, Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) dipastikan mengisi kursi kekosongan Pj Wali Kota Malang setelah resmi dilantik oleh Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono di gedung Grahadi, Sabtu (10/8/2024) malam.
Penunjukan Iwan sebagai Pj Wali Kota Malang ini tidak tanpa sebab. Adhy menilai, eks Pj Bupati Lebak tersebut dinilai telah berpengalaman dalam sektor pemerintahan di level daerah.
“Pasti akan langsung running, tidak ada penyesuaian lagi. Berbeda kalau orang baru, maka harus belajar dulu. Kami kasih waktu satu hari untuk penyesuaian, habis itu running,” kata Adhy.
“Itu yang menentukan dan mengevaluasi para calon itu dari TPA di Presiden,” jelas Adhy.
Bahkan, Inspektorat Jenderal Kemendagri bersama Tempo Media memasukkan namanya sebagai nominator Apresiasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah 2024 melalui surat bernomor 800.1.14/316/D1/IJ tertanggal 5 Agustus 2024.
Di lain sisi, salah satu sektor yang diharapkan Adhy turut diperhatikan adalah persoalan kemiskinan yang juga jadi konsentrasi Pemprov Jatim saat ini. Meskipun secara tren, saat ini terjadi penurunan.
Namun, Adhy berharap urusan kemiskinan ini menjadi fokus bersama di Jawa Timur, agar semakin turun signifikan. Soal lain adalah urusan stunting.
Selain Iwan, secara bersamaan Adhy juga melantik Nizhamul mantan Pj Bupati Batubara yang kini mengisi kursi Pj Bupati Magetan.
Pasca dilantik, Iwan menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan dan siap menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya hingga Desember 2024 nanti.
“Amanat beliau (Mendagri) tidak lepas dari prioritas nasional yang harus dikerjakan, yang tentunya Kota Malang memberikan kontribusi terhadap capaian-capaian target yang jadi concern Pemprov Jatim dan tentunya concern pemerintah pusat,” kata pria kelahiran Jakarta, 24 April 1972 tersebut.
Alumni S2 Magister Manajemen Universitas Pancasila Tahun 2010 tersebut melihat, Kota Malang selama ini telah menunjukkan kemajuan diberbagai bidang. Terbukti berbagai penghargaan telah diraih oleh pejabat sebelumnya.
“Ini tentunya jadi concern kami bagaimana bisa melanjutkan apa yang sudah baik di Kota Malang dilakukan oleh pj sebelumnya yang punya kinerja cukup baik. Di mana sebelumnya mendapat apresiasi terkait kinerja dengan 3 indikator kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan ekonomi daerah,” pungkasnya.














