SIARINDOMEDIA.COM – Sepekan sebelumnya, Kamis (1/8/2024), Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mengeluarkan rilis resmi terkait turunnya angka kemiskinan di Kota Malang.
Dalam data tersebut, Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, M.Si. menyebutkan jumlah penduduk miskin di Kota Malang turun dari 37,78 ribu jiwa pada Maret 2023 menjadi 34,84 ribu jiwa pada Maret 2024.
Hal ini menjadikan angka kemiskinan di Kota Malang turun sebesar 0,35 persen dari angka 4,26 persen pada periode tahun 2023 menjadi 3,91 persen pada periode 2024.
“Angka ini menjadikan Kota Malang sebagai kota dengan angka kemiskinan terendah kedua di Jawa Timur,” terang Umar.
Umar meyakini data tersebut menunjukkan tren positif angka kemiskinan di Kota Malang mencapai titik terendah dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
Merespons data tersebut, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya jumlah penduduk miskin di Kota Malang adalah geliat UMKM.
“Tentunya ini banyak hal yang sudah kita lakukan. Terkait dengan pertumbuhan ekonomi tapi juga salah satunya adalah bagaimana UMKM kita sudah mulai menggeliat,” papar Wahyu di hadapan awak media pasca Sidang Paripurna, Selasa (6/8/2024).
“Itu sudah menjadi satu pendapatan utama. Akhirnya kesejahteraan Kota Malang meningkat,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut selaras dengan apa yang disampaikan oleh Umar saat rilis sepekan yang lalu. Beberapa faktor pendorong menurunnya angka kemiskinan di Kota Malang di antaranya adalah tersusunnya basis data melalui aplikasi Pendataan Kesejahteraan Sosial Kota Malang (PDKTSAM) yang menghasilkan data by name by address dan by need, intervensi kemiskinan yang lebih tepat sasaran dengan adanya basis data hasil PDKTSAM, serta keberhasilan pengendalian harga komoditas-komoditas pemicu terjadinya inflasi.
“Juga dengan keberpihakan Pemerintah Kota Malang terhadap UMKM lokal tentang prioritas penggunaan produk usaha mikro, kecil dan menengah serta pelaku ekonomi kreatif dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,” tutur Umar.
[simpleblogcard url=”https://siarindomedia.com/2024/07/02/jatim-cetak-sejarah-kali-pertama-angka-kemiskinan-tembus-1-digit/”]
Selain pertumbuhan UMKM, Wahyu menyebut faktor turunnya angka kemiskinan adalah naiknya tingkat kesejahteraan dan pendapatan setiap rumah tangga.
“Selain itu data yang real itu tingkat kesejahteraan atau pendapatan yang dari perumah tangga,” kata Wahyu.
“Dari 600 menjadi 700 perbulan. Jadi itu ada upaya kesejahteraan,” pungkasnya.














