SIARINDOMEDIA.COM – BAZNAS Kota Malang kembali melanjutkan rangkaian program positif di bulan Muharam dengan memberi santunan kepada 1.000 anak yatim sekota Malang. Turut hadir berbagai lembaga sosial dari lima kecamatan di Kota Malang, Klojen, Sukun, Kedungkandang, Lowokwaru dan Belimbing, Selasa, (16/7/2024).
Ini merupakan kerja sama lanjutan dari program positif yang melibatkan BAZNAS Kota Malang, Pj Wali Kota Malang, FOZ (Forum Zakat), OJK Malang, dan PMI Malang. Kegiatan diselenggarakan di Masjid Agung Jami’ Malang.
Acara ini melibatkan lembaga zakat sekitar 24 lembaga. Anak yatim piatu diberikan santunan berupa bingkisan dan uang tunai senilai Rp200 ribu rupiah per anak.
“Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh anak yatim, tapi juga melibatkan anak-anak disabilitas di sekitar kita,” jelas Fandi Bahtiar, Ketua FOZ.
Selain itu, Fandi juga menambahkan kegiatan semacam ini penting untuk membangun kembali kepedulian masyarakat dan memperkuat kebersamaan.

Di kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kota Malang, Kasuwi Saiban, menyampaikan ini merupakan rangkaian lanjutan dari acara sebelumnya yaitu khitan massal, Minggu 14 Juli lalu.
“BAZNAS, lembaga zakat dan Kemenag, dalam satu tahun ini mempunyai dua agenda. 10 Muharram adalah lebaran yatim dan bulan Ramadhan nanti ada juga,” imbuhnya.
“BAZNAS menyalurkan zakat ke beberapa sektor seperti pendidikan, sosial, ekonomi, dakwah dan kesehatan. Acara ini merupakan bentuk implementasi dari salah satu sasaran tersebut yaitu sosial,” tambahnya.
Menurut Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat kegiatan semacam ini penting untuk membangun nilai moral keislaman, khususnya bagi yang mampu.
“BAZNAS juga memiliki program unggulan berupa NPWZ (Nomor Pokok Wajib Zakat) yang saya kira bagus sekali dan juga sebagai pengingat bagi saya pribadi,” ujarnya.

NPWZ ini juga akan digalakkan untuk semua ASN Kota Malang. Guna menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap orang yang kurang mampu.
“Salurkan zakatnya, sedekahnya kepada BAZNAS. Karena BAZNAS zakatnya sudah jelas akan disalurkan ke mana,” pungkasnya.
Pewarta: Khairul Roziqin dan Lalu Ahmad Albani Atsauri













