SIARINDOMEDIA.COM – Laga Final Bola Basket 5×5 Putri dalam ajang ASEAN University Games 2024 dihelat, Jumat (5/7/2024) sore, mempertemukan Tim Basket Putri Indonesia melawan Tim Basket Putri Thailand di GOR Bola Basket UNESA, Lidah Wetan, Surabaya. Sayangnya, dalam laga tersebut, Tim Basket Merah Putih harus mengakui keunggulan Tim Basket asal negeri Gajah Putih dengan skor 56-73.
Tim Indonesia yang dipimpin kapten Dewa Ayu Sriartha harus puas berada di posisi kedua dan menyabet medali perak. Meskipun demikian, penampilan Ayu dan kawan-kawan patut diacungi jempol. Sebab sejak awal pertandingan Tim Merah Putih terus berusaha mengejar ketertinggalan poin dari Thailand.
Pada menit-menit awal kuarter pertama pertandingan, Indonesia sudah tertinggal poin 5-0 dari tim lawan. Di menit selanjutnya, Thailand yang dipimpin kapten Kanokwan Prajuapsook semakin melesat dengan skor 12-0.
Indonesia terus menyerang untuk mengejar ketertinggalan poin. Sampai akhirnya poin pertama Indonesia berhasil didapat melalui tembakan tiga angka Clarita.
Pertarungan sengit terus berlangsung. Anak asuh Sittipong Premprapan bermain sangat tangguh dan mendominasi laga tersebut. Hingga akhir kuarter pertama, Kanokwan CS berhasil memimpin pertandingan dengan skor 27-14.
Di awal kuarter kedua, Ayu CS mencoba menyerang pertahanan tim lawan. Ayu melakukan lay up berhasil menambah dua poin kemudian disusul dengan tembakan tiga poin Adelaide.
Namun, penampilan Tim Thailand di GOR Bola Basket UNESA terlalu kuat untuk ditaklukkan sehingga memimpin poin di akhir kuarter kedua dengan skor 43-30.
Pada kuarter ketiga, anak asuh Wellyanto Pribadi terus mencoba menembus pertahanan Thailand dan memasukkan bola ke dalam ring lawan. Namun, usaha tersebut belum mampu untuk mengungguli skor Thailand. Di akhir kuarter ketiga, Indonesia harus menyerah dengan skor 58-43.
Memasuki kuarter keempat, usaha Ayu cs untuk mengejar skor dari Thailand belum membuahkan hasil. Hingga akhir kuarter keempat, final bola basket 5×5 putri AUG 2024 dimenangkan Thailand dengan skor 73-56.

Usai pertandingan, Wellyanto Pribadi selaku pelatih tim bola basket putri Indonesia, menyampaikan faktor fisik menjadi penentu laga.
“Semangatnya bagus, tapi fisiknya yang hancur. Mungkin juga masih tegang dan tidak terbiasa permainan yang mengandalkan body contact seperti tadi,” katanya seusai pertandingan.
Wellyanto berharap hasil pertandingan dan evaluasi tim bisa dijadikan pedoman untuk pertandingan yang akan datang.
“Thailand berani melakukan body contact, dan anak-anak justru cenderung menghindarinya itu yang mungkin menjadikan permainan Indonesia turun,” imbuhnya.
Dia menyebut, permainan Thailand dengan mengandalkan body contact tidak ditunjukkan saat mereka bermain di babak penyisihan.
“Mungkin strateginya berubah. Permainan hari ini tidak seperti saat pertemuan pertama. Namun, ini juga tidak bisa dijadikan patokan,” jelas Wellyanto.
Namun, Wellyanto menyakini jika ke depannya bola basket putri Indonesia masih dapat bersaing dengan negara-negara lain.













