SIARINDOMEDIA.COM – Sebagai seorang anak, terkadang kita mungkin mendengar perkataan orang tua yang kurang mengenakkan. Seperti misalnya, “laki-laki kok nangis, bikin malu aja!” atau “kalau nggak bisa masak, mau dikasih makan apa nanti suamimu?!”.
Namun, tahukah kamu kalau ternyata hal-hal tidak mengenakkan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari itu erat hubungannya dengan trauma. Hal-hal yang mereka katakan ini bisa berasal dari apa yang dulu juga dialami di keluarganya sendiri.
Mengutip Instagram @taulebih.id, generational trauma adalah pengalaman traumatis yang tidak tertolong atau ditangani dengan baik sehingga menurun pada anaknya.
Studi epigenetik menunjukkan trauma bisa berbekas pada mekanisme genetik seseorang. Sehingga tanpa disadari bisa ‘diwariskan’ pada keturunannya.
Generational trauma ini bisa menyebabkan pengaruh pada kemampuan sosial dan emosional seseorang. Gejalanya meliputi kecemasan, rendahnya rasa percaya diri, insomnia, gangguan makan, dll. Bahkan, trauma ini bisa membekas di gen kita secara fisik, lo!
Lalu, apakah ada kaitan antara trauma dengan kurang iman?
Dampak psikologis yang pernah kita rasakan di masa lalu tentu bukan karena kurang iman. Karena Nabi dan Rasul juga mengalami banyak hal traumatis untuk menguji keimanannya.
Hal ini pun telah disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 2:
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ
A ḪASIBAN-NÂSU AY YUTRAKÛ AY YAQÛLÛ ÂMANNÂ WA HUM LÂ YUFTANÛN
Artinya: Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?
Lalu, apa yang harus dilakukan bila memiliki trauma?
Bila kamu pernah mengalami pengalaman yang traumatis, perbanyaknya berdoa pada Allah untuk meminta pertolongan. Selain itu, ikhtiar secara lahir dengan mencari bantuan melalui keluarga, teman, kerabat, dan profesional, yaa!
Atasi traumamu dan jangan biarkan hal tidak mengenakkan ini diwariskan ke anak cucu kita kelak. Cukup berhenti di kamu, karena trauma adalah warisan yang tidak diinginkan anak dari orang tuanya.














