SIARINDOMEDIA.COM – Warga Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang, saat ini kesulitan besar mendapatkan gas LPG 3 kg. Gas yang biasanya tersedia di berbagai toko kini menjadi barang langka. Tak hanya sulit ditemukan, harganya pun naik di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pengecer.
Purwanto (38), warga Jl Telaga Warna Blok G, mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir, dia kesulitan mendapatkan gas 3 kg. Kalaupun ada, harganya pasti naik.
“Sudah beberapa hari ini, cari elpiji 3 kg sangat sulit. Baru saja saya mendapatkannya dengan harga Rp 21 ribu, kemarin harga Rp 22 ribu di toko lain,” ujarnya.
Ratna (26), warga Jalan Tlogomas Gg 1, juga merasakan hal yang sama. Dia harus berkeliling dari satu toko ke toko lain untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji 3 kg. Dia mengeluhkan kelangkaan ini berdampak pada usaha makanan yang dirintisnya.
“Sejak kemarin, mencari elpiji sangat sulit. Hari ini, dari pagi saya sudah muter-muter, tapi stok di toko-toko habis semua. Kalau begini saya tidak bisa berjualan,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Pak Asink, salah satu pemilik warung Madura 24 jam, menyayangkan keterlambatan pengiriman gas oleh agen yang menyebabkan kekosongan hampir selama seminggu.
“Mau bagaimana lagi, Mas. Sudah hampir seminggu ini belum ada kiriman gas. Saya sudah menghubungi agen, katanya masih belum ada stok. Kalau begini terus, harga gas pasti naik. Kasihan warga juga yang datang jauh-jauh sampai tempat kecewa karena gas kosong,” keluhnya.
Subroto, pemilik pangkalan elpiji 3 kg di Jalan Tlogo Indah, juga mengaku stok elpiji di pangkalannya kosong. Padahal, biasanya dia menerima dua kali pengiriman setiap minggu, dengan masing-masing pengiriman sebanyak 50 tabung elpiji 3 kg.
“Beberapa hari ini stok kosong, padahal biasanya saya menerima kiriman dua kali seminggu, satu kali kiriman 50 tabung ukuran 3 kg,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Subroto menambahkan bahwa kelangkaan ini juga disebabkan oleh permintaan pembeli yang melampaui kapasitas.
“Permintaan pembeli belakangan ini sangat tinggi, jauh melampaui kapasitas kami. Kami sangat berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi agar kelangkaan gas LPG di daerah Tlogomas ini bisa diatasi,” harapnya.
Warga Tlogomas kini sangat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelangkaan gas LPG 3 kg yang tengah mereka alami. Mereka berharap agar pasokan gas kembali normal sehingga harga pun bisa stabil sesuai dengan HET yang telah ditetapkan.
Dalam situasi ini, para warga Tlogomas merasa sangat dirugikan. Kelangkaan gas LPG 3 kg ini bukan hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengganggu usaha kecil dan menengah yang bergantung pada gas elpiji untuk operasional sehari-hari.
Pihak terkait diharapkan segera turun tangan dan menemukan solusi efektif untuk memastikan pasokan gas LPG 3 kg kembali normal di Tlogomas.














