‘LAYANGAN PUTUS’: REFLEKSI NYATA HANCURNYA KELUARGA, PELAKOR, DAN BUAYA DARAT

SIARINDOMEDIA.COM – ‘Layangan Putus’ adalah salah satu film rilisan akhir 2023 garapan sutradara Benni Setiawan yang sempat mencuri perhatian publik lantaran kesuksesan seriesnya. Film yang dibintangi Reza Rahardian, Raihaanun, Anya Geraldine, dan Graciella Abigail ini bercerita tentang kehidupan Aris dan Kinan pasca bercerai.

Kinan digambarkan sebagai single mom yang sudah bisa menata hati pasca perselingkuhan dan perceraian yang dialaminya. Dia pun sudah menjalani harinya dengan lebih baik bersama Raya, sementara karirnya sebagai dokter semakin cemerlang. Orang-orang baik setia di sisinya sehingga Kinan tampak jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Sementara Aris akhirnya menikahi selingkuhannya, Lidya. Namun di sinilah konflik mulai bermunculan. Meski Aris berusaha menyatukan putri tunggalnya, Raya, dengan Lidya, tapi semua itu tidak pernah berakhir mulus dan justru menciptakan masalah-masalah baru.

Lidya pun seperti kena batunya karena seolah mendapat karma atas apa yang dilakukannya dulu pada Kinan.

Secara keseluruhan, chemistry dan akting para pemainnya sudah terbentuk dengan baik. Perkembangan karakter pun terlihat bertahap seiring bergulirnya alur. Semuanya terasa natural dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena di luar sana pasti banyak Aris, Kinan, Lidya, dan Raya yang lain.

Alur dan konfliknya dikemas ciamik dalam durasi 1.5 jam. Meski begitu, bukan berarti film ini sempurna. Karena ada beberapa adegan dalam film ini yang terkesan seperti terburu-buru dan masih banyak yang bisa diulas dari para tokohnya. Namun hal ini mungkin karena alasan durasi film yang memang lebih singkat dari series sehingga hanya adegan penting yang ditampilkan di layar.

Meski mengangkat kisah tentang pelakor dan perselingkuhan, tapi ‘Layangan Putus’ cukup nyaman, menarik, dan menghibur untuk ditonton. Konfliknya pun terasa ringan sehingga bisa mudah dipahami dan selesai dalam sekali duduk.

Meski belum menonton series dan membaca novelnya, tapi film ini tetap bisa dipahami dan ditonton terpisah. Kisah masa lalu Kinan, Aris, dan Lidya diulas singkat di pengantar cerita sehingga tidak membuat penonton kebingungan.

Adegan demi adegannya pun tidak berlebihan dan justru menguras emosi. Terutama tokoh Lidya, Raya, dan Aris. Sosok Aris dengan karakter buaya daratnya seperti tidak kunjung sadar akan kesalahannya.

Hal ini terlihat dari akhir ‘Layangan Putus’ yang open ending dengan Aris yang duduk di sebuah bar. Hal ini mengindikasikan perjalanan cinta dan kisahnya memang belum berakhir.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *