SIARINDOMEDIA.COM – Lebih dari 1.000 jemaah haji di Mekah tahun ini meninggal dunia dikarenakan cuaca terik dan ekstrem di Arab Saudi.
Dari berbagai laporan yang dikumpulkan AFP, 10 negara mengabarkan 1.081 kematian warganya selama ibadah haji 1445 H/2024 M.
Lima hari puncak ibadah haji yang menguras fisik serta suhu yang melonjak hingga melampaui 51 derajad celcius di Arab Saudi, diduga sebagai penyebab banyaknya jemaah haji yang wafat.
Tidak ada angka pasti berapa jumlah jemaah haji yang meninggal dunia akibat cuaca yang tak tertahankan. Namun seorang jemaah asal India, Khalid Bashir Bazas, mengatakan dia melihat ‘banyak orang jatuh pingsan’.
Menurut CNN, di antara para jemaah haji yang wafat yang dilaporkan, 165 warga Indonesia, 41 warga Yordania, 35 warga Tunisia, 58 warga Pakistan, 11 warga Iran serta puluhan lainnya warga Malaysia, India, Senegal, Tunisia, Irak, juga dikabarkan meninggal dunia.
Sementara itu, seorang diplomat Mesir membenarkan penyebab utama kematian di antara jemaah haji asal negaranya adalah cuaca ekstrem. Tingginya suhu besar kemungkinan mengakibatkan tekanan darah tinggi dan beragam masalah kesehatan lainnya.
Sebagai satu dari lima rukun Islam yang wajib dikerjakan bagi yang mampu, jutaan umat Muslim melakukan ritual ibadah haji setiap tahunnya. Di tahun 2024, sekitar 1,83 juta umat Muslim dari seluruh dunia datang ke Tanah Suci untuk berhaji.
Dilansir dari Journal of Infection and Public Health, sebagian besar jemaah haji tersebut berasal dari negara-negara dunia ketiga yang ‘kurang memiliki layanan kesehatan memadai sebelum berhaji’.
Selain itu, faktor lainnya adalah mereka umumnya harus menabung dalam jangka waktu lama untuk dapat menunaikan ibadah haji. Tak hanya itu, mereka harus menunggu antrian hingga puluhan tahun mengingat kuota haji yang terbatas, sebagaimana yang lazim kita temui di Indonesia.
Maka ketika akhirnya mendapat kesempatan berhaji, banyak di antara mereka yang sudah berusia lanjut yang berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas fisik ritual haji.

Keadaan diperparah dengan puluhan ribu jemaah tidak terdaftar resmi yang secara diam-diam berusaha untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Mahalnya biaya serta waktu antri yang panjang, menjadikan mereka nekad berhaji meski tidak memiliki izin resmi.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sendiri sudah mengambil tindakan tegas, bahkan mendeportasi jika ketahuan. Tetapi selalu saja ada jemaah haji tidak terdaftar yang menyelinap di antara jemaah resmi.
Hal ini tentu saja membuat mereka tidak mendapatkan fasilitas memadai seperti mendinginkan diri di ruang ber-AC yang diperuntukkan bagi 1,83 juta jemaah yang sudah mengantongi visa haji. Berbagai layanan kesehatan lainnya juga tidak bisa mereka akses. Sehingga mereka menjadi kelompok yang paling rentan terhadap cuaca ekstrem yang kini menerpa Arab Saudi. (TON)













