GENJOT KUNJUNGAN WISMAN, KORSEL LUNCURKAN VISA BARU UNTUK PESERTA PELATIHAN K-POP

SIARINDOMEDIA.COM – Pemerintah Korea Selatan awal pekan ini mengumumkan akan meluncurkan visa K-culture bagi orang asing yang hendak mengikuti pelatihan K-pop di negaranya. Visa ini merupakan bagian dari rencana menyeluruh untuk menggenjot pariwisata, khususnya yang terkait dengan industri hiburan di negeri ginseng itu.

Visa tersebut akan diluncurkan sebagai uji coba pada tahun ini. Kementerian Kuangan Korea Selatan menyatakan hal ini sebagai upaya untuk memanfaatkan popularitas global Hallyu atau biasa juga disebut ‘Korean Wave’.

Dengan visa yang baru itu, orang asing bisa tinggal lebih lama untuk belajar di akademi pelatihan K-pop, termasuk di antaranya belajar koreografi dan modelling.

Pemerintah Korsel menyatakan akan mengurangi waktu penerbitan visa dan menyederhanakan prosedur masuk bagi orang asing.

Tiket angkutan umum jangka pendek, perluasan konten berbahasa asing di aplikasi domestik, serta rute penerbangan baru dengan negara-negara seperti Indonesia dan Mongolia juga akan diperkenalkan di visa baru tersebut.

Sebagaimana diketahui, wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Korea Selatan beberapa tahun belakangan didominasi anak-anak muda. Penetrasi global K-pop sebagai ekspor budaya disinyalir menjadi daya tarik kaum muda usia 20-30 tahun untuk mengunjungi Korsel.

Pemerintah Korsel sendiri juga tengah mempertimbangkan untuk memperluas visa digital bagi orang asing untuk tinggal di Korea sembari bekerja jarak jauh.

Uji coba visa digital selama satu tahun dimulai Januari lalu. Otoritas yang berwenang juga sedang menggodok rencana menambahkan penawaran khusus untuk memberikan lebih banyak insentif dan pilihan kepada orang asing tinggal di negara tersebut.

Training camp pelatihan K-pop
DAYA TARIK WISATAWAN MUDA. Training camp pelatihan Kpop bakal mudah diikuti orang asing. Foto: HAB Korea

Hal ini merupakan bagian dari rencana komprehensif untuk mengangkat sektor pariwisata yang terus membaik pasca pandemi Covid-19.

Usai pandemi, kunjungan wisman ke Korsel naik berkali-kali lipat Jika di tahun 2021 hanya ada 970 ribu turis, tahun 2023 melonjak menjadi 11 juta wisman yang datang ke Korea. Sementara pada pra pandemi di tahun 2019, puncak kunjungan orang asing mencapai angka 17,5 juta.

Kendati kunjungan wisman meningkat tajam, namun pendapatan dari sektor pariwisata tidak paralel. Hingga April tahun ini, jumlah turis sudah mencapai 90% dibanding sebelum pandemi. Namun pengeluaran mereka hanya sebesar 70%.

Banyaknya turis individual, tidak melalui travel agen atau kelompok, yang lebih ingin mendalami budaya Korea ketimbang belanja, adalah faktor yang membuat mereka berhemat dalam pengeluaran.

Rata-rata lama menginap juga mengalami penurunan. Dari 7,8 hari pada tahun lalu menjadi 6,5 hari pada tahun ini.

Karena itu, Pemerintah Korsel berharap dengan visa khusus K-culture untuk peserta pelatihan K-pop dan visa digital nomad, akan membuat durasi kunjungan lebih lama. Pemerintah juga menargetkan kunjungan wisman sebanyak 30 juta orang dengan pendapatan dari sektor pariwisata mencapai US$30 miliar pada tahun 2027. (TON)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *