SIARINDOMEDIA.COM – Ratusan tentara Israel diminta mundur dari peperangan di Jalur Gaza oleh pihak keluarga. Mereka didesak untuk kembali pulang ke rumah.
“Kami menyerukan kepada anak-anak kami yang berperang mereka harus menghentikan pertempuran sekarang juga, meletakkan senjata mereka dan segera kembali ke rumah,” kata keluarga Israel dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Kepala Staf Angkatan Darat Herzl Halevi.
Kantor berita Anadolu Anjasi mengungkap keluarga para tentara Israel tersebut terang-terangan mengatakan mereka tak lagi mendukung perang yang terjadi di Jalur Gaza.
Dalam surat terbuka itu, mereka turut mengkritik keputusan Knesset yang menyetujui rancangan undang-undang mengecualikan laki-laki Ultra-Ortodoks dari wajib militer.
63 dari 120 kursi mendukung RUU yang mereka maksud. Kini RUU tersebut akan diserahkan kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan untuk mempersiapkan pembahasan sebelum resmi menjadi undang-undang.
Apabila diresmikan, maka usia wajib militer bagi kaum Yahudi Ultra-Ortodoks bakal diturunkan. Yang awalnya di usia 26 tahun menjadi 21 tahun dan dianggap sangat lambat untuk mendorong mereka mengikuti wajib militer.
“Tidak terpikirkan undang-undang seperti ini akan disahkan sementara para prajurit pemberani kami menyerahkan nyawa merek,” tambahnya.
Sementara itu, dilansir Reuters, Amerika Serikat justru melemparkan pernyataan tak benar mengenai Hamas. Menlu AS, Anthony Blinken mengklaim bahwa Hamas mengusulkan banyak perubahan dalam proposal gencatan senjata yang beberapa di antaranya tak bisa dilaksanakan.
Namun Pejabat senior Hamas Osama Hamdan segera membantah pihaknya mengajukan ide-ide baru. Dengan tegas dia malahan menyebut Israel yang menolak usulan damai.
Hamas menginginkan jaminan tertulis dari AS mengenai persetujuan Israel terhadap gencatan senjata.
“Kami belum mendengar satu pun pejabat Israel mengonfirmasi penerimaan ini,” kata Hamas.
Mereka turut mendesak AS untuk menekan Israel agar menerima perjanjian yang mengarah pada gencatan senjata permanen di Gaza serta penarikan penuh dari wilayah tersebut, rekonstruksi dan pembebasan tahanan Palestina.














