SIARINDOMEDIA.COM – Energi terbarukan adalah sumber energi yang berasal dari proses alami yang terus-menerus diperbaharui.
Berbeda dengan bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas alam yang membutuhkan ribuan tahun untuk terbentuk dan akan habis digunakan, energi terbarukan tidak akan kehabisan karena bersumber dari elemen-elemen alam yang terus ada.
Berikut jenis-jenis energi terbarukan dan manfaatnya bagi lingkungan:
1. Tenaga Air (Hydropower)
Tenaga air adalah energi yang diperoleh dari aliran air, seperti gelombang atau naik turunnya aliran air. Energi ini tidak menghasilkan polusi dan dapat digunakan untuk pembangkit listrik skala besar maupun kecil1.
2. Tenaga Surya
Tenaga surya atau matahari diperoleh dengan mengubah radiasi sinar matahari menjadi panas, listrik, atau air panas. Panel surya dapat mengurangi biaya listrik dan tidak terbatas, karena dapat dipanen selama ada sinar matahari.
3. Tenaga Angin
Tenaga angin memanfaatkan energi kinetik dari udara yang bergerak untuk memutar turbin angin. Energi ini tidak mengeluarkan polusi dan dapat dipasang di darat atau lepas pantai.
4. Biomassa
Dihasilkan dari sumber daya organik, seperti limbah pertanian, limbah industri, atau kayu bakar. Umumnya dihasilkan dengan mengubah biomassa menjadi gas bio atau biofuel.
5. Geothermal
Energi yang dihasilkan dari panas bumi. Umumnya dihasilkan dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga geothermal yang mengubah panas bumi menjadi energi listrik.

Manfaat energi terbarukan bagi lingkungan sangatlah besar, antara lain:
– Ramah Lingkungan
Energi terbarukan menggunakan sumber daya alam yang tidak merusak lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan manusia.
– Ketersediaan yang Melimpah
Sumber daya terbarukan seperti matahari, angin, dan air selalu tersedia dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
– Mengurangi Ketergantungan pada Energi Fosil
Pemanfaatan energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang semakin sulit ditemukan dan semakin mahal.
– Hemat Biaya Jangka Panjang
Investasi awal dalam infrastruktur energi terbarukan mungkin mahal, namun biaya operasionalnya cenderung lebih murah dan stabil dibandingkan dengan energi fosil.
Pemanfaatan energi terbarukan juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.














