SIARINDOMEDIA.COM – Kematian gajah Sumatera akibat pagar kejut ilegal baru-baru ini telah menarik perhatian publik, termasuk aktor terkenal Chicco Jerikho.
Pagar kejut atau fencing seharusnya menjadi alat penghalau yang aman bagi gajah untuk menjauh dari permukiman warga, namun telah disalahgunakan secara ilegal.
Tegangan listrik yang melebihi batas aman, sekitar 7-8 joule atau 0,00000194 – 0,00000222 kWH, telah menjadi penyebab utama insiden fatal seekor gajah Sumatera jantan di Dusun Pantan Jerik, Desa Karang Ampar, tewas.
Chicco, yang juga merupakan Duta WWF Indonesia untuk program Sahabat Gajah, meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam menangani kasus ini.
“Tertibkan fencing-fencing ilegal, bukan hanya bisa mencelakakan satwa, tapi kita manusia juga. Kawal terus kasus ini sampai tuntas!” ujar Chicco.
Kejadian tragis ini bukan pertama kalinya terjadi. Seekor gajah Sumatera juga ditemukan tewas di perkebunan warga pada 10 Maret 2024 lalu.
Fencing ilegal sangat berbahaya, tidak hanya bagi keselamatan satwa, tetapi manusia juga berisiko terkena dampak dari instalasi yang tidak sesuai standar.
Chicco Jerikho, dengan dukungan komunitas dan organisasi konservasi, membuka donasi melalui campaign Solidaritas Untuk Kehidupan Harmonis Gajah-Manusia. Diharapkan donasi tersebut dapat membantu TPFF (Tim Pengaman Flora dan Fauna) sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi gajah Sumatera.
“Setelah kejadian kematian gajah yang terulang, terus menerus, saya bersama kelompok masyarakat peduli gajah, ingin mengajak kalian semua untuk membantu para relawan yang berada di lapangan. Mereka adalah orang-orang yang berada di garda terdepan untuk menghalau dan mitigasi ketika interaksi negatif terjadi,” ungkap Chicco.
Dia sebisa mungkin ingin menjadi contoh bagi masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam upaya menjaga kelestarian gajah Sumatera yang kini sangat terancam punah.














