PEREMPUAN SAPTA DARMA MALANG RAYA ADAKAN DIALOG INTERAKTIF DI HARI KEBANGKITAN NASIONAL 2024

SIARINDOMEDIA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2024, Perempuan Sapta Darma Malang Raya mengadakan dialog interaktif di Sanggar Kerohanian Sapta Darma Polaman, Lawang, Kabupaten Malang, Minggu (26/5/2024).

Hari Nugroho, ketua pelaksana sekaligus ketua Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) Kabupaten Malang menuturkan, tujuan agenda ini adalah untuk mengangkat semangat kebangkitan dan peran Perempuan Sapta Darma dalam masyarakat modern.

“Kami berharap dengan kegiatan ini wanita Sapta Darma nantinya benar-benar bisa menjadi wanita yang beliaunya sebagai seorang ibu sebagai seorang wanita juga sebagai warga negara itu bisa menjadi role dari kebangkitan Sapta Darma ke depan,” ucap Hari pada Siarindo Media.

“Karena beliau adalah pembina anak-anak Sapta Darma ke depan dan memiliki peranan penting untuk mendidik generasi ke depan,” sambungnya.

Hari Nugroho
JADI PANUTAN. Hari Nugroho, ketua pelaksana sekaligus Ketua Sapta Darma Kabupaten Malang. Foto: Izzuddin

Sebagai informasi, di Indonesia sampai saat ini ada sebanyak 178 paguyuban penghayat. Sementara untuk Puanhayati sendiri merupakan organisasi yang mewadahi 178 anggota penghayat khusus perempuan dan salah satu di antaranya adalah Perempuan/Wanita Sapta Darma.

Dialog interaktif ini dihadiri puluhan warga Sapta Darma dari Malang Raya, mulai Perempuan Sapta Darma, akademisi hingga tokoh Persada Malang Raya. Suasana sanggar yang asri dan penuh semangat menjadi saksi dari diskusi hangat yang membahas berbagai isu penting terkait peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

Di lain sisi, giat yang mengangkat tema Derap Langkah Perempuan Sapta Darma dalam Membangun Jati Diri Bangsa ini menghadirkan dua pembicara dari tokoh besar Sapta Darma.

Pembicara pertama, Ketua Umum Puanhayati Pusat, Dian Jennie Tjahjawati yang membahas Peran Perempuan dalam Membangun Sumber Daya Manusia dan pembicara kedua dari Direktur Institut of Javanese Islam Research UIN Satu, Akhol Firdaus yang mengangkat topik Perempuan dan Integritas.

Ketua Bidang Wanita Sapta Darma Jawa Timur, Djulaekah menilai bahwa giat ini merupakan momentum bagi Perempuan Sapta Darma untuk memperkuat eksistensi dan perannya di dalam lingkungan masyarakat.

“Kita sebagai manusia tidak hanya belajar rohani saja. Jadi belajar seimbang antara rohani dan jasmani,” kata Djulaekah pada Siarindo Media.

“Kita juga kadang-kadang belajar tentang wawasan kebangsaan, tentang segala sesuatu yang berkaitan sebagai warga negara dan sebagai anggota masyarakat untuk bisa berkembang bersama dan berkontribusi untuk bangsa dan negara ini,” imbuhnya.

Djulaekah
HIDUP SEIMBANG. Ketua Bidang Wanita Sapta Darma Jawa Timur, Djulaekah. Foto: Izzuddin

Melalui agenda ini, Djulaekah berharap warga Sapta Darma terutama Perempuan Sapta Darma dapat semakin memperkuat karakternya di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan warga negara Indonesia.

“Dengan kegiatan ini, harapnya nanti secara spiritual akan lebih mendalami. Kemudian secara pribadi bisa lebih meningkat dalam hal ekonomi, kemasyarakatan dan sebagainya,” terang Djulaekah.

“Di dalam kemasyarakatan juga ibu-ibu bisa memberikan support pada ibu-ibu yang lain untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *