SIARINDOMEDIA.COM – Dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi wisata, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memberikan catatan khusus kepada Event Organizer (EO) pariwisata terkait standar keamanan angkutan umum.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dishub Kota Malang, Widjaya, selepas agenda sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) bagi perusahaan angkutan umum yang digelar di Hotel Savana, Selasa (21/5/2024).
“Saya tidak akan masuk larang atau tidak larang tentang outclass atau study tour. Baik sekolah maupun masyarakat apabila menggunakan angkutan umum agar memastikan bahwa layak secara administrasi, layak secara fisik, terang Widjaya pada awak media.
“Layak secara administrasi adalah; STNK, SIM, uji kir-nya. Kemudian layak secara fisik adalah mulai dari pengemudinya, uji kir-nya ada. Itu harus dipastikan,” sambungnya.
Catatan ini merupakan tanggapan langsung atas maraknya kecelakaan yang terjadi pada agenda study tour dan kegiatan wisata lainnya akhir-akhir ini.
Widjaya menekankan pentingnya memperhatikan standar keselamatan dalam setiap perjalanan wisata, terutama yang melibatkan angkutan umum.
Pria kelahiran Ambon, 19 November 1966 ini menilai bahwa peristiwa kecelakaan sendiri bukanlah murni bagian dari takdir, melainkan ada sebab kelalaian para warga sipil itu sendiri.
“Kecelakaan itu bukan lagi merupakan sebuah takdir, itu wes wayahe. Tidak. Tetapi kalau sudah menyangkut masalah nyawa akan ditarik ke belakang; apa penyebab dan siapa yang bertanggung jawab,” ucap Widjaya.
Saat ditanya mengenai PO Bus yang layak dan tidak layak, Widya menjawab bahwa ada pembagian wewenang antara Dishub Kota Malang dan Provinsi.
Untuk pembagian wilayah sendiri ada dua, bus antarkota dalam provinsi dan bus antarkota antarprovinsi.
“Kami yang melakukan (wewenang) angkutan kotanya. Jadi angkutan kota menjadi wewenang kami,” tutur eks Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemkot Malang.
Untuk menyelaraskan wewenang dan mengkonkretkan arahan di lapangan, Dishub Kota Malang terus berkoordinasi dengan instansi atau pemerintah provinsi Jawa Timur.
“Kami beri tahu pengetahuannya, bagaimana kendaraan yang harus saudara bapak-ibu gunakan. Jangan hanya asal murah doang,” urai Widjaya.
“Nyawa itu lebih penting dari pada kesenangan. Itu kita berikan guidance-nya dan harus ada syarat-syaratnya,” pungkasnya.














