SIARINDOMEDIA.COM – Wicahyono atau masyhur dikenal Dobrak Arter merupakan salah satu petinju legendaris asal Kota Malang yang memiliki kisah perjalanan hidup yang cukup mengenaskan.
Pria kelahiran 15 Juni 1975 ini pernah mencapai puncak kesuksesannya di dunia tinju. Sejak memulai karir tinju profesionalnya pada tahun 1993, Dobrak tercatat mampu melakoni 90 pertandingan dan berhasil menorehkan 52 kemenangan KO dan 10 kali kalah.
Namun, pria asli Malang tersebut sudah lupa saat ditanya tahun berapa tepatnya dia pensiun dari ring tinju.
“Pensiun atlet? Wah, saya lupa, ya. Soalnya tahun 2019 saya sempat ikut kejuaraan dunia IBO di Cina,” ucap Dobrak pada Siarindo Media saat dijumpai disela-sela kunjungan Pemkot Malang dalam agenda renovasi rumahnya, Minggu (5/5/2024).
“Cuma di sana saya didiskualifikasi. Jadi tidak masuk media. Semua media tidak masuk (meliput),” sambungnya.
Dalam menitih karir di dunia tinju, Dobrak mengalami perjalanan yang penuh perjuangan. Sebagai seorang yang bercita-cita menjadi petinju profesional, saat itu pria berdarah Ambon ini mengawali latihannya dengan bergabung di sasana Sawunggaling Boxing Camp Surabaya. Promotor Aseng Sugiarto yang kemudian mengantarkannya naik ring sebagai petinju profesional.
Dari tempat inilah cerita kejayaan bapak dua anak tersebut dimulai; Dobrak berhasil mendapatkan gelar WBF Interkonental, gelar Asia Pasific, dan gelar PABA serta berbagai gelar nasional seperti meraih sabuk emas kelas ringan yunior 58,9 kilogram pada pertandingan tinju profesional Inra Super Fight 2010 di GOR Hayam Wuruk, Surabaya.
Tidak cukup di situ, sejumlah pertandingan internasional di berbagai negara juga sudah pernah dijalani Dobrak seperti di Afrika, China, Rusia, Jepang, Australia, hingga Thailand.
Namun lembaran cerita kejayaan pria asli Bululawang ini sudah habis. Karir Dobrak Arter sebagai petinju meredup karena minimnya pertandingan profesional di dalam negeri. Alhasil, petinju macam Dobrak jarang tampil dan jam terbangnya rendah.
Dirinya mengungkapkan bahwa sekarang pekerjaan sehari-hari eks petinju internasional tersebut hanyalah tukang parkir.
“Saya sekarang kerja jadi jukir. Dulu saya juga sempat jadi sekuriti pembangunan stasiun baru yang menghadap ke timur itu,” kata Dobrak.
“Selain itu sekarang juga masih aktif jadi pelatih,” tambahnya.

Nasib getir petinju legendaris itu lantas mendapat perhatian Pemkot Malang. Pada Minggu (5/5/2024), Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama dinas terkait meninjau rumah Dobrak yang berada di Jl. Ir. Rais Gang 1 No 14 B RT 1 RW 2 Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun.
Rumah tak layak huni yang sudah tidak ditempati selama 4 tahun tersebut, bakal direnovasi Pemkot Malang sebagai bentuk kepedulian kepada atlet yang telah mengharumkan nama Kota Malang.














