SIARINDOMEDIA.COM – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan Kereta Api (KA) di Desa Pateguran, Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Sebuah mobil yang hendak melintas dari arah selatan menuju utara, tertabrak KA Pandalungan arah Jakarta-Jember.
Kecelakaan terjadi saat mobil minibus nopol N 1475 WU berpenumpang 7 hendak melintas ke arah utara. Namun di saat berdekatan, KA Pandalungan akan melintas dari barat ke timur.
Dari keterangan saksi mata di lokasi kejadian, sebenarnya sudah ada yang memperingatkan agar mobil berhenti dulu. Namun diduga pengemudi tetap meneruskan laju kendaraannya karena tak mengetahui KA sudah dekat.
“Sudah diperingatkan untuk berhenti karena ada kereta lewat, tapi mobil terus melaju. Akhirnya, mobil macet di tengah perlintasan rel KA dan kemudian disambar kereta,” kata Maksum di tempat kejadian.
Kecelakaan pun tak terhindarkan. Saking kerasnya tabrakan, mobil terseret hingga 200 meter.
Dalam kecelakaan tersebut, 4 penumpang mobil dari rombongan PP Sidogiri Pasuruan yang akan berkunjung ke Ponpes Fathul Latif di Patuguran, Kecamatan Rejoso, meninggal dunia.
Keempat korban tersebut adalah:
- Ibu Nyai Hj. Munjiyah binti KH. Noerhasan bin Nawawie (Sidogiri)
- Ning Maslahah binti Tohir (Sidogiri)
- Ning Aidah binti Mahfud (Gayam)
- Ning Alwiyah binti Ali (Kepuh Kejayan)
Bu Nyai Hj. Munjiyah merupakan adik KH Fuad Noerhasan, Pengasuh Ponpes Sidogiri. Sehingga keluarga besar PP Sidogiri sangat berduka.
Kecelakaan maut terjadi di perlintasan Kereta Api (KA) di Desa Pateguran, Rejoso, Kabupaten Pasuruan. pic.twitter.com/umnGOuDYdE
— Siarindo Media (@SiarIndoMedia) May 7, 2024
Sementara itu, tiga penumpang lainnya selamat. Mereka adalah Rofiq Abdillah (sopir) serta M Afullah (18 tahun), Nasruna (60 tahun), mengalami luka-luka. Saat ini, ketiganya masih menjalani perawatan di RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan.
Pihak kepolisian mengatakan sedang melaksanakan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini.
“Sedang kami dalami,” kata Wakapolres Pasuruan, Andria Dianata Putra.
“Perlintasan itu sebenarnya sudah terpasang palang, cuma belum dioperasikan,” kata Kompol Andria. (*)













