SIARINDOMEDIA.COM – Kelurahan Jatimulyo Kota Malang berhasil mengukir sejarah dengan membuat tradisi baru yang diberi nama Sekuat Jati atau kepanjangan dari Sewu Kupat Jatimulyo.
Tasyakuran yang bertujuan untuk memperingati HUT ke-110 Kota Malang sekaligus halal bihalal warga kelurahan Jatimulyo ini dibuka Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat pada Minggu (5/5/2024).
Dalam sambutannya, Wahyu menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan spektakuler yang berhasil digagas oleh warga Jatimulyo tersebut.
“Saya mengapresiasi Sekuat Jati ini tidak hanya menampilkan terkait HUT ke-110 Kota Malang, tetapi ada tampilan UMKM-UMKM yang memang ini potensi-potensi dari Kelurahan Jatimulyo,” ucap Wahyu.

Lebih lanjut, dalam kesempatan ini Wahyu didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Suwarjana, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kota Malang, Dandung Julhardjanto.
Di sisi lain, sesuai dengan tajuknya, event ini menyediakan 1.000 ketupat untuk para hadirin yang datang. Ketupat, sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan dalam berbagai acara tradisional, turut menjadi bagian tak terpisahkan dalam momen spesial ini.
Tidak cukup di situ, penampilan bantengan dan live musik dari para talenta lokal Jatimulyo juga ikut memeriahkan acara, sehingga memberikan nuansa keceriaan dan kehangatan bagi seluruh hadirin.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan HUT Kota Malang, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong dalam membangun kelurahan Jatimulyo yang lebih baik di masa mendatang.
“Saya berharap ada sinergi yang kuat dan kerja sama yang erat akan dapat meningkatkan daya saing, mendukung inovasi serta memperluas pasar dari produk-produk unggulan di Kelurahan Jatimulyo,” kata Wahyu.
“Sehingga nantinya mampu mendukung visi Kota Malang menjadi kota kreatif dunia tahun 2025,” pungkasnya.










