NGESIS GENDING MALANGAN, SARASEHAN BAHAS GENDING MALANGAN DI OMAH WAYANG UNITRI

SIARINDOMEDIA.COM – Pegiat Seni melangsungkan kegiatan Ngesis Gending Malangan bersama budayawan pemateri Sukaji dan Gimunaji di Omah Wayang Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI), Minggu (21/4/2024) malam.

Kegiatan ini berupa “Ngesis Gending Malangan” yaitu sarasehan yang membahas dan berdiskusi mengenai gending Malangan.

Pak Gimunaji menjelaskan bahwa banyak budaya yang terpendam dan terlupakan, salah satunya adalah gending-gending Jawa. Ada gending yang paling sakral untuk Malangan, ciri khas Malangan, dan tempatnya ada di Malang. Gending-gending atau lagu-lagu Jawa bermuatan spiritual dan budi luhur.

Diawali dengan Gending Eling-Eling memiliki makna sadar, yang lupa segera ingat, yang rumit cepat terpecahkan, yang susah cepat bahagia. Hendaknya manusia itu penuh kesadaran bahwa kita adalah makhluk ciptaan Tuhan. Maka dari itu, kita hidup harus rukun tidak membedakan.

Peserta sarasehan Ngesis Gending Malangan
NGURI-URI BUDAYA. Peserta sarasehan Gending Malangan di Omah Wayang UNITRI. Foto: Ayu Setia Ningsih

Kalau sudah ingat atau sadar selanjutnya ada gending loro-loro atau luruh-luruh, maksudnya gending ini adalah mencari. Kita hidup mencari ilmu agar memiliki pikiran yang cerdas untuk bekal hidup. Carilah ketentraman, carilah pendidikan dengan penuh kesabaran untuk memaknai perjalanan hidup.

“Kados panjenengan niki ngluruhi ngelmune urip kepingin pinter, kanggo ragate urip, kanggo kandeling pikiran,” jelasnya.

Nomor tiga gending gondel, “luruh-luruh oleh barang sak ceklek diopeni terus digondeli cek ora ucul” maksudnya mencari ilmu meskipun sedikit tetap dirawat kemudian dipegang agar tidak lupa. Tidak hanya dalam mencari ilmu, mencari rezeki juga sama halnya dengan mencari ilmu.

Memainkan gending Jawa Timuran
SARAT MAKNA. Sukaji memainkan kendang Jawa Timuran bersama teman-teman pegiat seni di Omah Wayang UNITRI. Foto: Ayu Setia Ningsih

Hidup harus punya pegangan, salah satu pegangannya adalah akhlakul karimah yang dalam Bahasa Jawa adalah berbudi luhur.

Pak Sukaji juga menambahkan bahwa gending Malangan ini sudah mulai kurang dikenal dan hampir punah. Untuk mempertahankan eksistensi budaya itu kadang perlu yang namanya idealisme misalnya dalam pukulan kendang Malangan berbeda dengan Jawa Tengah.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *