SIARINDOMEDIA.COM – Persaingan sengit terjadi pada dua film horor terbaru Indonesia, ‘Siksa Kubur’ dan ‘Badarawuhi di Desa Penari’ telah menggaet lebih dari 1 juta orang ke bioskop dalam 4 hari. ‘Siksa Kubur’ ditonton 1.020.981 penonton, sementara ‘Badarawuhi di Desa Penari’ menarik 1.031.707 penonton.
Para warganet pun membagikan ulasan mereka atas kedua film yang sedang hits ini. Sebagian besar penonton mengaku lebih menyukai ‘Siksa Kubur’ dibanding ‘Badarawuhi di Desa Penari’.
Mereka menilai kalau film garapan Joko Anwar ini adalah upgrade dari film horor religi dan membawa banyak pesan moral di dalamnya. Banyak orang juga mengaku trauma akan mesin cuci tapi tidak kapok setelah menonton ‘Siksa Kubur’.
Sementara ‘Badarawuhi di Desa Penari’, banyak orang yang masih kecewa dengan kualitas film ini di musim pertamanya sehingga enggan menonton kembali. Namun sebagian yang lain menilai film ini tetap laris di pasaran lantaran penasaran karena pergantian sutradara dan perbedaan sistem promosi yang dilakukan. Sehingga membuat banyak orang tertarik untuk menonton.
Dari segi alur, ‘Badarawuhi di Desa Penari’ lebih ringan. Sehingga lebih cocok untuk dilihat semua umur dibanding ‘Siksa Kubur’. Namun dari segi kualitas, banyak yang lebih puas dan ketagihan setelah menonton ‘Siksa Kubur’.
Sementara itu, ‘Siksa Kubur’ bercerita tentang Sita, seorang anak yatim piatu yang kedua orang tuanya meninggal akibat korban bom bunuh diri. Semenjak saat itu ia jadi tidak percaya agama.
Ia pun memiliki perubahan tujuan hidup, yaitu mencari orang paling berdosa dan saat mereka meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam liat lahatnya. Ia ingin membuktikan dengan kedua mata kepalanya sendiri bahwa siksa kubur itu tidak ada dan agama tidak nyata. Namun hal mengerikan terjadi setelah Sita ikut dikubur hidup-hidup bersama seorang jenazah di dalam kuburnya.
Di sisi lain, ‘Badarawuhi di Desa Penari’ berkisah tentang Mila, Yuda, Arya, dan Jito yang pergi menuju sebuah desa di hutan. Desa itu dijuluki sebagai Desa Penari.
Dimana ada sebuah mitos bila seseorang mengembalikan gelang antik milik Badarawuhi, makhluk astral di desa tersebut, maka penyakit bisa disembuhkan.
Keinginan Mila untuk melihat ibunya kembali sehat membuatnya nekat melakukan kepercayaan ini. Namun sayang, keadaan justru berubah menjadi semakin buruk saat Mila, sepupu, dan teman-temannya bertemu sang entitas ghaib.














