MENIRAN DAN TEMULAWAK
Fatma mengungkapkan salah satu produk jamu yang dikembangkannya adalah jamu MeniTemu. Produk yang menjadi unggulan dari ITS Djamoe ini merupakan gabungan tanaman meniran dan temulawak.
Dengan kandungan filantin serta xantorizol dari kombinasi dua tanaman tersebut, MeniTemu mampu meningkatkan imunitas tubuh serta menjaga fungsi hati dari penikmatnya.
“Selain MeniTemu, masih banyak produk jamu dengan bahan lainnya juga yang kami riset,” tambah perempuan asal Madura ini.
Dalam perjalanan ini, Fatma mengakui tak jarang juga menemui berbagai tantangan, termasuk infrastruktur fundamental riset yang belum memadai.
Meski demikian, dengan tekad yang kuat dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Fatma dapat terus melanjutkan riset dan menghadirkan beragam terobosan baru.
“Termasuk bantuan dari ITS lewat Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS,” ucap perempuan yang juga pernah dinobatkan sebagai salah satu peneliti wanita terbaik di dunia tahun 2016 lalu tersebut.

Ke depan, Wakil Kepala Pusat Penelitian Agri-pangan dan Bioteknologi ITS ini berharap riset jamu akan terus berkembang dengan teknologi yang lebih maju dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Bagi Fatma, jamu bukan hanya sekadar warisan tetapi terdapat fakta ilmiah yang bisa dibuktikan.
“Semoga lewat penghargaan ini akan menjadi batu loncatan yang signifikan bagi perluasan riset jamu dan tanaman herbal Indonesia,” tutup Fatma. (*)













