NAPAK TILAS SEKALIGUS BERNOSTALGIA
Selain itu, Wahyu juga sedikit bernostalgia dengan Gedung Kesenian Gajayana yang dipilih sebagai lokasi terakhir napak tilas. Dia mengatakan gedung yang punya sejarah ini perlu untuk dihidupkan lagi. Karena itu, Wahyu menggagas rencana resepsi HUT Kota Malang yang ke 110 ini nantinya bisa ditempatkan di gedung yang dulu bernama cendrawasih ini.
“Saya menikmati jadi seperti bernostalgia dengan masa kecil dulu, nah termasuk gedung kesenian ini. Dulu kan banyak pertunjukan kesenian di sini, tapi sekarang sudah tidak pernah digunakan. Padahal gedung ini punya sejarah. Rencananya nanti resepsi HUT akan dilaksanakan di sini, harapannya gedung ini bisa seperti dulu lagi,” urainya.

Dari napak tilas ini, Wahyu berharap kedepan apa yang dilakukannya ini tetap dilanjutkan. Pria 57 tahun itu mengatakan masyarakat perlu mengetahui cerita Kota Malang agar kecintaannya kepada kota ini semakin besar. Sehingga dengan kecintaan itu masyarakat dapat turut serta mensukseskan program dan kebijakan pembangunan di Kota Malang.
“Harapannya hal ini (Napak tilas) bisa terus dilanjutkan. Semakin tahu sejarah Kota Malang, mudah-mudahan kecintaan masyarakat terus bertambah. Dan kecintaan itu bisa diwujudkan dengan ikut mensukseskan program dan kebijakan pembangunan Pemerintah Kota Malang,” tutupnya.














