SIARINDOMEDIA.COM – Vladimir Vladimirovich Putin kembali terpilih memimpin Rusia untuk 6 tahun ke depan atau hingga 2030. Ini adalah periode kelima Putin berkantor di Kremlin, Moskva, sebagai Presiden Federasi Rusia.
Dalam penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Rusia, Putin memperoleh 87% suara. Kandidat lainnya, Nikolay Karitonov dari Partai Komunis, berada di urutan kedua dengan 4% suara. Sedangkan pendatang baru Vladislav Davankov dan Leonid Slustsky dari golongan ultra nasionalis, berada di posisi ketiga dan keempat.
Sesaat setelah terpilih, Putin segera mengucapkan terima kasih kepada para pemilih atas kepercayaan mereka.
“Kita punya begitu banyak tugas spesifik dan berat ke depan,” kata presiden berusia 71 tahun itu dalam pidato di hadapan para para pendukungnya, Minggu.
“Hasil pemilu menandakan kepercayaan warga negara dan harapan mereka bahwa kami akan melakukan apa yang sudah kita rencanakan,” imbuhnya.
Kemenangan Putin yang bakal menjabat Presiden Rusia untuk periode kelimanya ini tidaklah mengejutkan. Pasalnya, memang tidak ada alternatif kandidat lain. Alexy Navalny, tokoh oposisi populer yang diperkirakan akan jadi lawan berat Putin di Pemilu Rusia, tewas mencurigakan di penjara Arktik pertengahan Februari lalu.
Selain Navalny, lawan-lawan kuat Putin lainnya banyak yang berakhir di penjara, pengasingan di luar negeri atau bahkan meninggal.
Karena itu, sebagian warga Rusia memprotes minimnya alternatif kandidat pemimpin mereka. Sementara pemerintah negara-negara Barat menuding Pemilu Rusia tidak bebas dan adil.

Jerman menyebutnya sebagai ‘pemilu seolah-olah’ di bawah pemerintahan otoriter yang mengandalkan pada sensor, penindasan dan kekerasan.
Menteri Luar Negeri Inggris, Lord Cameron, menuding pemilu tersebut tidak sah karena dilakukan di wilayah Ukraina. (TON)













