SIARINDOMEDIA.COM – Puasa merupakan salah satu ibadah yang ada dalam rukun Islam. Puasa wajib dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia terutama saat bulan Ramadan. Saat berpuasa, manusia menjaga hawa nafsu, makan, minum, dan menjaga emosi atau amarahnya selama satu bulan penuh.
Saat puasa, manusia tidak makan dan minum selama beberapa jam. Tentu saja hal tersebut membuat tubuh manusia menjadi lemas dan tidak bertenaga saat beraktivitas. Namun faktanya, penelitian medis menyebutkan bahwa berpuasa justru mendapatkan banyak manfaat untuk tubuh. Terutama jika puasa dilakukan dengan benar dan tepat. Maksudnya adalah pada saat jam makan sahur dan berbuka puasa, kita makan dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan. Serta mengonsumsi jenis makanan yang mengandung nilai gizi seimbang.
Berikut ini manfaat berpuasa bagi kesehatan tubuh kita.
1. Mengontrol Nafsu Makan
Saat tidak berpuasa, kita makan secara sembarangan dan tidak tepat waktu. Hal tersebut karena tubuh kesulitan mengatur dan memproduksi hormon pemicu rasa lapar.
Namun, jika berpuasa selama sebulan penuh maka kita dapat mengontrol nafsu makan yaitu hanya pada waktu sahur dan berbuka puasa. Maka secara otomatis, tubuh akan mengatur kembali produksi hormon pemicu rasa lapar. Hormon ini akan bekerja dan dilepaskan ketika tubuh betul-betul sangat memerlukan asupan makanan.
Ini sangat membantu bagi para penderita obesitas, yang cenderung kesulitan mengendalikan nafsu makan dan sering makan berlebihan.
2. Mendetoksifikasi Tubuh
Detoks atau detoksifikasi adalah cara yang dilakukan oleh tubuh manusia untuk memperoleh gizi yang tepat dan proses tubuh untuk membersihkan dan membuang zat-zat yang mengandung racun keluar dari tubuh.
Dengan berpuasa, berarti tubuh melakukan detoks secara alami. Saat berpuasa, 5 organ tubuh manusia akan istirahat dan membersihkan diri. Organ tersebut yakni, hati, pankreas, lambung, usus besar, dan usus halus.
Dengan berpuasa, berarti jumlah radikal bebas yang diserap oleh tubuh lebih sedikit. Selain itu, fungsi sel-sel getah bening akan membaik 10x lipat sehingga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia. Bahkan, sel dalam organ tubuh juga melakukan pembaruan sel dengan baik dan optimal.
















