BERI SOLUSI ALTERNATIF PAKAN TERNAK SAAT KEMARAU, TIM KSM-T UNISMA LAKUKAN EDUKASI PEMBUATAN SILASE

SIARINDOMEDIA.COM – Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (Unisma) sukses mengadakan kegiatan edukasi tentang pembuatan Silase. Silase adalah proses pengolahan hijauan makanan ternak yang diawetkan menggunakan teknik fermentasi.

Kegiatan ini bertempat di Dusun Lemahbang Desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang warganya banyak bergerak di bidang peternakan. KSM-T ini dilakukan oleh kelompok 28, sebelumnya sudah melakukan observasi, koordinasi sekaligus diskusi dengan perangkat desa dan warga setempat.

Mahasiswa Unisma, Dega sekaligus sebagai ketua kelompok 28 menuturkan kegiatan edukasi pembuatan silase ini merupakan jawaban sekaligus ikhtiar dari kelompok untuk menjawab permasalahan warga. Sulitnya mencari pakan ternak sapi pada musim kemarau menjadi salah satu masalah.

Ketika musim kemarau panjang disertai tidak turunnya hujan sekaligus adanya penutupan irigasi untuk rehabilitasi, menyebabkan kondisi hamparan terjadi kekeringan. Sehingga dampak atas kejadian tersebut membuat petani dan peternak sulit untuk memproduksi maupun mencari hijauan untuk pakan ternaknya.

“Saat musim kemarau ini rumput sulit didapat, musim kemarau ini memang menjadi ujian bagi para peternak. Kondisi demikian sebenarnya sudah berlangsung dari tahun ke tahun,” ujar Riasan, salah seorang peternak sapi dan Ketua RW 04 Dusun Lemahbang.

Persediaan Pakan
PERSEDIAAN PAKAN. Rumput yang sudah dicampur dengan dedek halus dan tetesan tebu dimasukkan ke dalam trashbag. Foto: Ayu Setia Ningsih

Pemberian materi edukasi Silase oleh Muhammad Ghozali Ma’mun dari Fakultas Peternakan Unisma. Setelah itu, dilakukan sesi praktek langsung pembuatan silase oleh para peserta dengan bimbingan dari fasilitator. Selama kegiatan, suasana interaktif dan partisipatif terjaga dengan baik, di mana peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pembuatan silase.

Pembuatannya Silase memerlukan alat pencacah, trashbag, bak air, dan terpal. Sedangkan bahannya adalah dedek halus, tetes tebu, dan rumput gajah. Cara membuatnya yang pertama dengan memotong rumput dengan ukuran 5-10 cm menggunakan alat pencacah, kemudian dijemur untuk menghilangkan kandungan air pada rumput.

Selanjutnya rumput yang sudah dijemur dicampur dengan tetesan tebu dan dedek halus hingga menjadi satu campuran. Setelah selesai, masukkan dalam trashbag dan dipadatkan hingga tidak tersisa rongga udara. Pengisian dalam trashbag dilakukan hingga melebihi permukaan trashbag untuk menghindari penyusutan.

“Daripada kami membeli Silase yang harganya lumayan mahal di koperasi ini, setelah kami mengetahui alat, bahan, dan cara pembuatannya mungkin kami untuk kedepanya akan membuat sendiri. Selain caranya yang praktis dan gampang juga mengurangi pengeluaran kami nantinya,” kata Domiri, salah seorang peternak.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *