STARBUCKS DI TIMTENG PHK 2.000 KARYAWAN AKIBAT BOIKOT YANG TERUS MELUAS

SIARINDOMEDIA.COM – Pemilik jaringan waralaba Starbucks di Timur Tengah (Timteng) mulai mem-phk sekitar 2.000 karyawan di seluruh kedai kopinya di wilayah tersebut. Pemecatan karyawan ini terpaksa dilakukan akibat menjadi sasaran boikot masyarakat dan para aktivis selama konflik Israel-Hamas di Jalur Gaza.

Alshaya Group, pemegang hak waralaba sejumlah produk asal AS dan Eropa, merilis pernyataan yang membenarkan kabar tersebut. Perusahaan keluarga yang bermarkas di Kuwait itu juga menyatakan pengurangan karyawan besar-besaran tak hanya terjadi di Timteng, tetapi juga di Afrika Utara.

“Sebagai akibat dari kondisi perdagangan yang tak menentu selama enam bulan terakhir, kami mengambil keputusan yang menyedihkan. Dan sangat sulit untuk mengurangi jumlah rekan kerja di gerai Starbucks MENA kami,” demikian bunyi pernyataan tersebut dikutip dari Associated Press.

Dari 2.000 karyawan yang dipecat tersebut, sebagian besar adalah pekerja asing, terutama dari negara-negara Asia.

Alshaya Group menjalankan sekitar 1.900 cabang Starbucks di negara-negara di kawasan Timur Tengah seperti Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab serta Maroko.

Dari seluruh cabang yang dimilikinya, Alshaya mempekerjakan tak kurang dari 19.000 karyawan. PHK 2.000 karyawan sama saja dengan mengurangi lebih dari 10% total karyawan dan staf yang bekerja di jaringan Starbucks di Timteng.

Selain Starbucks, Alshaya Group juga memegang waralaba berbagai perusahaan asal AS dan Eropa, yang di antaranya adalah The Cheesecake Factory, H&M dan Shake Shack.

Aksi boikot bisa saja merembet ke produk-produk dari berbagai perusahaan tersebut jika menunjukkan sikap mendukung agresi Israel di Gaza yang sudah menimbulkan korban jiwa lebih dari 30.000, yang sebagian besarnya adalah kaum perempuan dan anak-anak. (TON)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *