SIARINDOMEDIA.COM – Malang Autism Center (MAC), sebuah lembaga terapi berbasis boarding yang berfokus pada anak-anak dengan spektrum autisme, telah menegaskan komitmennya dalam mengembangkan daya kreativitas dan kemandirian peserta didik selama selama satu minggu penuh di Malang Creative Center (MCC), 27 Februari – 5 Maret 2024.
Melalui serangkaian program dan kegiatan edukatif seperti melukis dan mewarnai, MAC bertekad memberikan pendekatan holistik yang memperhatikan aspek kognitif, sosial, dan emosional bagi anak-anak autis.
Mohammad Cahyadi, Founder/CEO MAC mengatakan, bahwa salah satu fokus utama agenda inia adalah untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian peserta didik agar dapat berintegrasi dengan masyarakat secara lebih baik.
“Agenda ini melatih anak untuk menjadi pekerja seni mural dan pekerja cat profesional,” ucap Cahyadi pada Siarindo Media selepas agenda konferensi pers dan workshop Rupacitra, Selasa (5/3/2024).
“Karena di pelatihan ini kita memberikan sertifikat. Seperti itu,” imbuhnya.

Di sisi lain, agenda kolaborasi dengan salah satu start up cat, Wouww.com ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Malang Raya. Mulai dari Pemkot Malang yang diwakili Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito W.
Dari Pemkot Batu diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu, Aditya Prasaja serta Founder/CO Wouww.com, Ricky Soesanto.
Cahyadi mengurangi, sejauh ini usia peserta didik di MAC mulai dari 4,5 tahun hingga yang paling tua berusia 27 tahun.
Selain itu, pria berambut gondrong ini menilai bahwa dengan komitmen yang kuat, pihaknya bisa menyiapkan mental dan kemandirian bagi anak-anak autisme.
“Para orang tua akhirnya bisa melihat, bahwa anak-anak seperti anak-anak kita ini yang berkebutuhan khusus atau autism, ketika diberi kesempatan, support dan pendampingan, mereka bisa kok,” ujar Cahyadi.
“Mereka bisa untuk persiapan kemandirian ekonomi mereka,” imbuhnya.

Melalui program ini, Cahyadi berharap ke depannya masyarakat luas semakin paham dan mengerti terkait kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus itu sendiri.
“Harapan kami dengan mengundang semua wakil kepala daerah di Malang Raya, kami berharap banget bisa melihat bahwa anak-anak kebutuhan khusus ini memang harus mendapatkan support yang nyata dari government,” ucap pria yang sudah mendirikan lembaga ini sejak 2015.
“Kita juga berharap masyarakat luas secara umum akhirnya bisa melihat kegiatan ini, anak-anak autism ini adalah anak-anak yang bisa juga mandiri ketika diberi dukungan dan pelatihan,” pungkasnya.














