KETUA PRODI PPKN UNIKAMA: JIKA PEGANG PANCASILA DAN AL-QUR’AN NISCAYA KITA TIDAK TERSESAT

SIARINDOMEDIA.COM – Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Romadhon, S.Pd., M.Pd., menyampaikan keyakinannya Pancasila dan Al-Qur’an adalah pedoman yang kuat untuk mengarahkan kehidupan yang benar.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Kuliah Kebangsaan di Auditorium Multikultural, Senin (4/2/2024).

“Sebagai warga negara pegangannya itu Pancasila. Tetapi sebagai warga agama, itu tentu ajaran agama, kitab sucinya masing-masing,” kata Romadhon di hadapan para hadirin.

“Kalau kedua hal itu bisa dipegang, niscaya tidak akan pernah tersesat. Jalan sesuai relnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, pria asal Madura tersebut menyampaikan keynote speaker yang mengangkat tema “Menenun Asa, Menjaga Pancasila”.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan sebagai landasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Tidak cukup di situ, pada titik ekstrem, Romadhon mengatakan bahwa Al-Qur’an dan Pancasila memiliki kedudukan yang setara; sama-sama tidak bisa direvisi dan terus diperbincangkan.

“Bagi pendapat saya pribadi, Pancasila itu setara dengan kitab suci. Sama-sama tidak bisa direvisi dan sama-sama berpotensi dikritisi,” kata pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kota Malang tersebut.

“Tidak sedikit yang mengkritisi keberadaan Al-Qur’an. Sampai hari ini pun surah al-Kafirun tidak relevan dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.

Romadhon menambahkan, keberadaan Pancasila terus memberikan asa bagi siapa saja yang mencintai bangsanya.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah lama ber-Pancasila, bahkan belasan sampai puluhan tahun. Namun, Pancasila sampai saat ini masih seputar hafalan pada sila-sila itu sendiri.

“Keringnya aktualisasi nilai Pancasila masih dirasakan di bangku-bangku kuliah. Pancasila hanya sebatas menjadi mata kuliah yang diukur dengan deretan angka di akhir semester,” urai Romadhon.

“Angka yang banyak diharapkan kemanjurannya. Padahal, lebih dari pada itu, menghidupkan dengan berbagai projek dan model tak pernah habis dalam kontek kekinian mestinya lebih diutamakan,” pungkasnya.

Redy Saputro dan Romadhon
JAGA BERSAMA PANCASILA. Redy Saputro, Ketua Peace Leader Indonesia (kiri) bersama Ketua Prodi PPKn Unikama, Romadhon, S.Pd., M.Pd., saat penyerahan sertifikat narasumber Kuliah Kebangsaan di Auditorium Multikultural, Senin (4/2/2024). Foto: Izzuddin

Melalui agenda ini, Ketua Prodi PPKn Unikama tersebut tidak hanya mengajak melalui kata-kata yang disampaikan dalam forum. Lebih dari itu, pihaknya menggandeng komunitas Peace Leader Indonesia untuk mengawal program-program keberagaman, pluralisme dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia yang telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU).

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *