SIARINDOMEDIA.COM – Musibah tidak bisa diprediksi. Musibah dapat menimpa siapa saja, dan dalam bentuk apa saja. Saat terkena musibah, bisa jadi Allah sedang menegur kelalaian kita.
Karena itu, ada baiknya kita selalu berdoa untuk memohon kepada Allah agar dihindarkan dari segala macam musibah yang mungkin akan terlalu berat untuk kita tanggung.
Berikut adalah beberapa doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari musibah, baik di dunia maupun akhirat:
1. Doa Versi Panjang:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَة فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَة قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَة عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَة بَعْدَ الْمَوْتِ
اللَّهُمَّ هَونْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَانجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْ بَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا أَتْنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“ALLAAHUMMA INNAA NAS ALUKA SALAAMATAN FIDDIINI WA ‘AAFIYATAN FIL JASADI WAZIAADATAN FIL’ILMI WABARAKATAN FIRRIZQI WATAUBATAN QABLAL MAUT WARAHMATAN ‘INDAL MAUT WAMAGHFIRATAN BA’DAL MAUT ALLAHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA FII SAKARAATIL MAUT WA NAJJATA MINANAARI WAL ‘AFWA INDAL HISAAB.”
Artinya: “Wahai Allah! Kami memohon kepada-Mu kesejahteraan dalam agama, dunia, dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, berilah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab.”
2. Doa Selamat Versi Pendek:
اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ حِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْأَخِرَةِ
:ALLAHUMMA AHSIN ‘AAQIBATANAA FIL UMUURI KULLIHAA WA AJIRNAA MIN HIZYID DUNYAA WA ‘ADZAABIL AAKHIRAH.”
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah semua perkara kami berakhir dengan baik dan selamatkanlah kami dari menerima malu di dunia dan adzab di akhirat.”












