SIARINDOMEDIA.COM – Sakit maag memang sering dikaitkan dengan kebiasaan telat makan, di mana perut yang dibiarkan kosong diyakini dapat memicu produksi asam lambung berlebih sehingga menimbulkan gejala sakit maag.
Namun, sebenarnya penyebab maag tidak hanya terbatas pada pola makan yang berantakan. Berikut beberapa kondisi lainnya yang dapat menyebabkan sakit maag:
1. Gastritis (radang lambung): Ini adalah kondisi peradangan pada lapisan dalam lambung akibat infeksi bakteri, asam lambung, atau virus. Peradangan tersebut dapat memicu sakit maag.
2. Gastroesophageal reflux disease (GERD): Kondisi ketika asam lambung naik menuju kerongkongan, menyebabkan nyeri pada ulu hati (heartburn) dan iritasi kerongkongan, hingga memicu maag.
3. Irritable bowel syndrome (IBS): Penyakit yang membuat kontraksi otot usus besar kurang optimal, berujung pada diare, sembelit, hingga maag.
4. Penyakit autoimun: Meskipun langka, penyakit autoimun dapat menjadi penyebab maag. Auto imun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh, termasuk lapisan dinding lambung.
5. Stres dan kecemasan: Meskipun tidak secara langsung menyebabkan maag, stres dan kecemasan dapat memperburuk gejala gangguan pencernaan.
Ingatlah bahwa mengelola pola makan, mengurangi stres, dan menjaga kesehatan pencernaan adalah langkah penting untuk mencegah dan mengatasi sakit maag.














