SIARINDOMEDIA.COMÂ – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Batu, H. Machsun Zain, S.Ag., M.Si. sebut partisipasi pelaku usaha dalam program sertifikasi halal 2024 lebihi ekspektasi awal.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Sosialisasi dan Launching Gerakan 1001 Sertifikat Halal Gratis Tahun 2024 di Lobby Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Senin (26/2/2024).
“Di tahun 2023, 1001 (sertifikat halal) itu sudah menjadi target dan sudah dilakukan bahkan melebihi, sampai dengan para pelaku usaha yang kemudian mendaftarkan sertifikat halal itu ada sekitar 180 sekian yang sudah mendaftarkan,” ungkap Machsun pada awak media.
“Namun dalam proses yang terjadi, muncul angka 1600 sekian. Artinya ini sudah melebihi dari ekspektasi yang dilakukan oleh Kemenag yang bersenanding dengan teman-teman Diskoperindag Kota Batu,” sambungnya.
Lebih lanjut, program 1001 sertifikasi halal tersebut merupakan akselerasi mandatory produk halal tanggal 17 Oktober 2024 sesuai dengan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan PP 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal serta pelaksanaan Perpres No. 6 Tahun 2023 tentang Sertifikat Halal Obat, Produk Biologi dan Alat Kesehatan.
Melalui legalitas tersebut, Pemkot Batu melalui Dinas Koperasi Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu bersama Satgas Halal Kankemenag Kota Batu menggaungkan sertifikasi halal gratis melalui self declair.

Selain itu, Kepala Diskoperindag Kota Batu, Aries Setiawan, S.Stp mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 sertifikat halal yang diberikan Pemkot Batu pada pelaku usaha mencapai 2000 sertifikat.
“Kami sampaikan bahwa 1001 sertifikasi halal ini tidak hanya 1001. Insyaallah bisa mencapai 1500 bahkan bisa mencapai 2000 sertifikat,” kata Aries dalam sambutannya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, S.Stp., M.M berharap dengan partisipasi yang tinggi dari pelaku usaha, dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Batu, serta membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan kehalalan produk di wilayah ini.
“Kita berharap semua pedagang, di mana pun mereka berdagang, baik di sekolah, di sentra-sentra kuliner. Itu bisa terdedikasi sehingga merasa nyaman masyarakat kita ketika mengkonsumsi,” tutupnya.














