HOIRUDIN HASIBUAN, EKS KAPOLRESTA MALANG KOTA JADI GURU BESAR SPESIALIS TERORISME

PALING BERKESAN RELOKASI PEDAGANG PASAR DINOYO

SIARINDOMEDIA.COM – Dua pekan lalu, momentum sangat spesial dirasakan Brigjen Pol. (Purn) Hoirudin Hasibuan S,H., M.Hum. Karena dia resmi mendapat gelar guru besar bidang ilmu hukum dalam kajian terorisme dari Universitas Islam Sultan Agung, Semarang. Bisa jadi, mantan Kapolresta Malang Kota ini satu-satunya profesor berlatang belakang polisi yang menekuni terorisme. Ini karena sejak 2017, dia masuk tim Densus 88.

Masih seperti dulu. Begitu kesan yang ditangkap wartawan Siarindo Media begitu bersua dengan Jendral Hasibuan di salah satu rumah makan di Kota Malang, Minggu malam (25/2/2024). Orangnya gampang sekali akrab dengan orang yang baru saja dikenalnya.

Saat sambang ke Malang, dia tidak lupa dengan teman lama ketika masih menjabat di Kota Malang. Padahal, kini dia sudah menjadi ”orang besar” di lingkaran pemerintah pusat. Tepatnya menjadi staf khusus Menteri Dalam Negeri bidang Pemerintahan Desa. Selain itu, kini dia juga menjabat Komisaris Utama Bank Banten.

Seperti suasana makan malam tersebut. Dia sama sekali tidak menampakkan diri sebagai pejabat pusat. Gaya bicaranya juga tidak jaim. Bahkan lebih banyak mendengarkan.

Abdul Muntholib dan Hoirudin Hasibuan
TETAP GAUL: Hoirudin Hasibuan Bersama Abdul Muntholib, wartawan Siarindo Media usai makan malam di salah satu resto, Minggu malam (25/2/2024). Foto: Ist

Selain ngobrol ngalur-ngidul soal politik nasional, dia juga mengenang masa-masa menjabat sebagai Kapolresta Malang 2017. Selama di Malang, dia tidak akan melupakan masa-masa tegang ketika menangani relokasi pedagang Pasar Dinoyo ke penampungan di Merjosari.

Bersama Pemkot Malang, dia selama satu bulan berusaha meredam gejolak pedagang yang menolak pindah. Berbagai upaya meluluhkan hati para pedagang sudah dilakukan. Namun, para pedagang menolak pindah. Demo berjilid-jilid dilakukan para pedagang. Tentu aparat keamanan saat itu tidak mau melakukan paksaan, apalagi sampai kekerasan. Khawatirnya justru dapat perlawanan lebih keras. Sehingga cara yang dipilih dengan persuasif. Dari hati-ke hati. Akhirnya, dengan pendekatan humanis, para pedagang luluh dan mau relokasi.

”Jadi selama satu bulan kami harus menjaga situasi rencana relokasi pedagang Pasar Dinoyo. Intinya penanganan apapun, kalau disentuh hatinya, akan ada jalan. Ya buktinya polemik pedagang tersebut,” kenang Hasibuan.

Dalam kesempatan itu, Hasibuan juga mengeluhkan kenapa polemik di Pasar Blimbing belum berakhit. Padahal, kalau ada niat baik dari pemerintah, mangkraknya Pasar Blimbing tidak berlarut-larut sampai 13 tahun.

”Mungkin kalau saya masih jabat Kapolresta Malang Kota cukup lama, Insyaallah Pasar Blimbing tuntas. Karena untuk menanganinya hanya butuh kemauan saja,” tandas dia.

Hoirudin Hasibuan bersama keluarga
PENTINGKAN PENDEKATAN HUMANIS. Prof Hoirudin Hasibuan didampingi istri anak dan cucu usai menerima gelar Guru Besar dari Universitas Islam Sultan Agung. Foto: Ist

Persoalan di Kota Malang tak luput dari atensinya. Salah satunya masalah banjir yang terjadi. Dia heran, dengan kontur dataran tinggi di Kota Malang, cukup tidak masuk akal kalau di tengah kota masih saja ada banjir. Padahal Malang dialiri sungai cukup besar, yakni Brantas.

”Kan harusnya libatkan para ahli kenapa masih saja ada banjir. Kan di Malang banyak ahli dari perguruan tinggi,” sesal dia. (ABM)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *