5 DAI KONDANG NU IDOLA GEN Z DAN MILENIAL

SIARINDOMEDIA.COM – Tidak bisa dipungkiri peran platform digital cukup krusial dalam perkembangan dakwah Islam. Gen Z dan Milenial menjadi yang paling aktif dalam meramaikan platform digital seperti Youtube, Instagram, Twitter (X), Threads, hingga Tiktok. Melalui platform digital, dakwah Islam dapat menyasar kaum muda.

Para dai dari kalangan NU pun ikut mendapatkan angin segar dengan adanya media digital tersebut. Beberapa dai NU yang viral di media digital dan bahkan menjadi idola kaum muda di antaranya:

1. Gus Bahadai nu idola gen z dan milenial

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Quran di Kragan, Narukan, Rembang. Beliau adalah salah satu santri dari KH Maimoen Zubair, Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang.

Gus Baha dikenal sebagai sosok yang ahli ilmu tafsir dan mantiq. Dakwahnya biasanya disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun mengena pada logika, sehingga mudah diterima oleh masyarakat umum di berbagai kalangan termasuk anak muda.

Sosok Gus Baha bukan hanya digandrungi oleh kalangan Nahdliyyin saja, melainkan juga dari kalangan di luar Nahdliyyin. Bahkan salah satu Dai kondang dari Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat menyebut beliau sebagai “Manusia Qur’an Dari Rembang.”

2. Gus Iqdamdai nu idola gen z dan milenial

Belakangan, pengajian Gus Iqdam ramai berseliweran di media digital terutama TikTok.

Gus Iqdam memiliki nama lengkap Muhammad Iqdam Kholid. Dia mengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Karanggayam, Blitar. Dia juga memiliki majlis terkenal bernama Sabilut Taubah.

Pembawaan Gus Iqdam yang ceria dan menyenangkan menjadi daya tarik tersendiri. Gus Iqdam juga merupakan dai yang merangkul semua golongan. Beberapa kali ada jamaah yang hadir dari kalangan non muslim. Slogan yang cukup masyhur dari beliau yakni “Dekengan Pusat” dan “ST Nyel.”

3. Habib Husain Ja’far

Selanjutnya ada Habib Husain Ja’far Al Hadar yang merupakan sosok dai muda sekaligus penulis. Di antara buku yang ditulisnya yakni ‘Anakku Dibunuh Israel’, ‘Tuhan Ada Di Hatimu’, dan ‘Menyegarkan Islam Kita’.

Habib Ja’far juga memiliki channel Youtube yang bernama Jeda Nulis. Selain itu, dia seringkali mengisi kajian baik itu yang diadakan NU, maupun yang lintas agama sekalipun.

Habib Ja’far terkenal dengan pendekatan yang cukup logis, namun tetap menggunakan bahasa yang sederhana. Penampilannya yang ala-ala anak muda juga cukup menghapus jarak dirinya dengan anak muda bahkan mereka yang sangat awam sekalipun dengan Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *