SIARINDOMEDIA.COM – Menyambut bulan suci Ramadan yang kurang dari 2 bulan lagi, Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Malang mengajak masyarakat menggencarkan zakat untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama.
Hal itu disampaikan Kepala YDSF Malang, Mokhammad Fandi Bakhtiar saat berdialog cukup panjang bersama Direktur Siarindo Media, Abdul Muntholib dalam program ABM Inside di kantor Siarindo Media, Senin (29/1/2023).
“Untuk saat ini, memang Ramadan itu identik umat Islam ini terkait dengan zakat,” ucap Fandi saat membuka pemaparannya.
“Bahkan ketika kita edukasi terkait dengan zakat ini tidak usah mikir mengeluarkan secara langsung,” sambungnya
“Karena sudah melihat bagaimana fadhilahnya ketika mengeluarkan dana zakat, infaq, sedekah di bulan Ramadan dibandingkan ketika di luar bulan Ramadan,” tambahnya.
Dalam dialog ini, Fandi mengurai hal-hal fundamental seputar zakat seperti nisab zakat, tata cara zakat profesi hingga program-program terkait pengelolaan zakat di YDSF Malang.

Poin yang menarik dalam perbincangan ini adalah bagaimana penegasan YDSF Malang terkait edukasi pentingnya zakat yang disalurkan kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) sejenis YDSF.
“Karena saat ini melihat fenomena di Indonesia banyak pengusaha yang sudah wajib zakat itu lebih suka menyalurkan (zakat) sendiri-sendiri langsung ke Mustahik atau ke tetangganya,” ujar ketua Forum Zakat Malang Raya tersebut.
Secara fiqih, fenomena tersebut, kata Fandi boleh-boleh saja. Namun secara efektifitas pengelolaan dana zakat tidak tersalurkan secara maksimal.
“Kalau secara syar’i boleh. Namun itu akan berhenti di Mustahik saja dan tidak memutus rantai kemiskinan,” ujar Fandi.
“Tapi jika (disalurkan) ke lembaga zakat dikumpulkan jadi satu dana zakat dan menjadi satu semakin besar. Maka kita bisa membuat pemberdayaan,” imbuhnya.
“Misalnya dikasih modal usaha, kemudian ada pendampingan, diawasi lembaga zakat. Jadi tidak hanya diberikan kemudian selesai di Mustahik,” tutupnya.
Lebih jauh lagi, bagaimana perbincangan terkait perbedaan zakat, infaq dan shodaqoh? Simak ulasannya dalam program di channel YouTube ABM Inside.














