GALERI RAOS BATU GELAR WORKSHOP SASHIKO, TEKNIK MENJAHIT ALA PETANI DAN NELAYAN JEPANG

SIARINDOMEDIA.COM – Sashiko merupakan nama dari sebuah metode menjahit untuk menutupi lubang-lubang yang diperkenalkan oleh para petani dan nelayan di Jepang.  Sashiko ini dikembangkan oleh salah satu seniman kriya di Jepang yang bernama Mitsubishi.

Workshop Sashiko yang diselenggarakan di Galeri Raos Kota Batu mengenalkan sedikit mengenai Sashiko dan manfaat dari Sashiko sendiri. Workshop ini berlangsung selama dua jam dan mendatangkan pemateri dari Sashiko Ceria Bersama Sedesa (Sari Rasa) yaitu Mufthy Aka.

Acara yang berlangsung pada Minggu (28/1/2024) ini dihadiri sekitar 20 orang. Workshop yang digelar terbatas ini memberikan kebebasan peserta untuk praktek secara langsung sesuai Teknik menjahit yang dikenalkan oleh Mitsubishi.

“Nah, Mitsubshi ini yang memperkenalkan teknik Mitsubishi stab. Mitsubishi stab dikembangkan lagi menjadi dua yaitu moyosazhi dan juga hitomesazhi. Kalo moyosazhi ini sebenarnya tekniknya sama persis kaya jelujur. Hitomesazhi ini lebih bebas atau random terserah sampai membentuk sebuah pattern atau pola,” jelas Mufthy.

Proses menjahit dengan teknik Sashiko
METODE MENJAHIT SUKA-SUKA. Proses menjahit dengan teknik Sashiko yang dikenalkan oleh petani dan nelayan Jepang untuk menutupi lubang pakaian. Foto: Ayu Setia Ningsih

Seiring dengan berjalannya waktu, Sashiko mengalami beberapa perubahan karena meningkatnya pengetahuan terhadap seni. Hingga sekarang banyak berbagai macam pattern yang mengandung nilai estetika.

“Kebetulan tempat asal saya di Jakarta cukup banyak yang pakai Sashiko. Setelah saya ke Malang, ternyata orang Malang masih banyak yang belum tahu tentang apa itu Sashiko dan bagaimana cara buatnya. Akhirnya saya berusaha untuk memperkenalkan Sashiko kepada teman-teman di Malang,” terang Mufthy

Dia menambahkan, Sashiko bisa digunakan di berbagai barang misalnya celana, sepatu, topi, maupun jaket. Dengan Sashiko, lubang pada pakaian maupun benda kain lainnya akan tertutup dan kembali layak dipakai.

Peserta Workshop Sashiko
PERTAMA DI MALANG. Peserta Workshop Sashiko dengan membawa kain hasil karya menjahitnya. Foto: Ayu Setia Ningsih
Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *