PERBEDAAN ANTARA BATU GINJAL DAN BATU EMPEDU YANG WAJIB DIKETAHUI

SIARINDOMEDIA.COM – Batu ginjal dan batu empedu adalah dua kondisi gangguan pada organ pencernaan. Keduanya disebabkan oleh penumpukan zat tertentu di dalam tubuh yang membentuk batu keras. Namun, apa perbedaan antara keduanya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Batu Ginjal dan Batu Empedu?

Batu ginjal, atau juga dikenal dengan istilah nefrolitiasis, adalah massa keras yang terbentuk dalam ginjal atau saluran kemih. Batu ginjal dapat terdiri dari berbagai macam zat, seperti kalsium, oksalat, asam urat, atau sistin.

Batu ginjal dapat menyebabkan rasa sakit hebat, terutama saat batu bergerak atau menghalangi aliran urine.

Batu empedu, atau kolelitiasis, adalah batu yang terbentuk dalam kantong empedu yang berfungsi menyimpan cairan empedu yang diproduksi oleh hati. Cairan empedu berperan dalam mencerna lemak di usus.

Batu empedu biasanya terbentuk dari kolesterol atau bilirubin yang berlebihan di dalam kantong empedu. Batu empedu dapat menyebabkan rasa sakit, mual, muntah, atau kuning pada kulit dan mata.

Apa Penyebab Batu Ginjal dan Batu Empedu?

Batu ginjal dapat terbentuk ketika ginjal kekurangan cairan untuk memproses mineral secara normal. Karena cairan yang tidak mencukupi, ginjal tidak akan bisa mengolah penumpukan mineral secara efisien sehingga batu akan terbentuk. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal antara lain:

– Tubuh dehidrasi.

– Obesitas.

– Mengkonsumsi suplemen kalsium berlebihan.

– Diet yang salah.

– Gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa.

– Hiperurisemia, yaitu kadar asam urat yang tinggi di dalam darah.

– Faktor keturunan.

Batu ginjal
KURANG CAIRAN. Batu ginjal menghalangi aliran urine sehingga seringkali menimbulkan rasa sakit, terutama saat buang air kecil. Foto: Getty Images

Apa Gejala Batu Ginjal dan Batu Empedu?

Batu ginjal dan batu empedu seringkali tidak menimbulkan gejala hingga batu tersebut menjadi terlalu besar atau menghalangi aliran cairan. Gejala yang dapat muncul akibat batu ginjal antara lain:

– Rasa sakit yang tajam dan berubah-ubah pada sisi tubuh, punggung bawah, perut, atau pangkal paha.

– Rasa sakit saat buang air kecil.

– Urine berwarna merah, coklat, atau kuning pekat.

– Urine berbau tidak sedap atau berbusa.

– Sering mual atau muntah.

– Demam atau menggigil jika terjadi infeksi.

Sementara itu, gejala yang dapat muncul akibat batu empedu antara lain:

– Rasa sakit yang tiba-tiba dan berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam pada perut kanan atas, dada, atau bahu kanan.

– Sering mual atau muntah.

– Kulit atau mata berwarna kuning.

– Urine berwarna gelap

– Feses berwarna pucat atau berminyak.

Bagaimana Cara Mendiagnosis dan Mengobati Batu Ginjal dan Batu Empedu?

Untuk mendiagnosisnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, meneliti riwayat kesehatan, dan melakukan tes laboratorium atau pencitraan. Tes laboratorium dapat meliputi tes urine, tes darah, atau tes fungsi hati. Tes pencitraan dapat meliputi rontgen, USG, CT scan, atau MRI.

Batu empedu
SEKRESI KOLESTEROL. Penyumbatan pada kantung empedu akan menyebabkan terjadinya batu empedu. Foto: klikdokter.com

Lalu, untuk mengurangi rasa sakit dan gejalanya, cobalah untuk melakukan ini:

  1. Minum banyak air untuk membantu mengeluarkan batu secara alami.
  2. Mengkonsumsi obat pereda nyeri, antispasmodik, atau antibiotik (lebih efektif jika sesuai anjuran dokter).

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *