SIARINDOMEDIA.COMÂ – Salah satu penampilan monolog yang berjudul ‘Dari Aku untuk Indonesia’ dibawakan oleh Rahma Hilyatul Muna menyampaikan pesan pentingnya jaga demokrasi di Indonesia.
Monolog tersebut ditampilkan dalam agenda Doa Untuk Indonesia bersama grup musik Kiai Kanjeng di gedung Graha Cakrawala (Gracak) Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (25/1/2024).
“Saya tidak sedang berkampanye di sini. Tetapi saya ingin berkampanye tentang generasi kami,” ucap Rahma dalam pembukaan monolognya.
“Generasi kami lahir di tengah gemerlapnya teknologi dan perubahan yang terjadi di seluruh dunia,’ sambungnya.
Lebih lanjut, monolog yang berdurasi sekitar 8 menit tersebut menyampaikan bagaimana penilaian generasi tua kepada generasi muda.
“Sering kali kami dianggap generasi yang tidak aktif katanya. Dianggap sebagai generasi pembelot peradaban yang telah melawan generasi sebelumnya,” kata Rahma.
“Kami dianggap generasi yang rapuh sulit dimengerti katanya. Padahal ini semua bukan karena kemauan kami. Karena kami adalah generasi dari puing-puing kesalahan masa lalu yang kalian abaikan,” sambungnya.
Pada poin terpenting dalam monolog ini adalah ketika Rahma menyoroti bagaimana partai politik semakin hari kian memperkeruh suasana, terutama di media sosial.
“Lihatlah… lihat! Bagaimana kini media sosial yang menjadi hiburan bagi kami berubah menjadi perang pertempuran politik,” ungkapnya.
Di akhir monolog, Rahma menyampaikan harapannya agar seluruh generasi dapat bergandengan tangan untuk menjaga demokrasi di Indonesia.
“Sekarang bukan lagi era saling sikut menyikut. Tetapi era saling bergandengan tangan. Bersama-sama dengan semua generasi,” kata Rahma.
‘Tak pedulia ia dari generasi X, Y, Z dan sebagainya untuk membangun dunia yang lebih baik. Tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama,” pungkasnya.














