PENCIPTA APLIKASI KAMUS BAHASA ISYARAT INI AKUI PERNAH DITOLAK SAAT HENDAK MASUK SMP

SIARINDOMEDIA.COM – Adalah Anjas Pramono, seorang difabel yang sukses menciptakan aplikasi kamus bahasa isyarat bernama aplikasi Difodeaf.

Kesuksesan tersebut tidak serta merta dijalani dengan mulus. Ada banyak lika-liku dan rintangan hidup yang dia jalani. Salah satunya, Anjas pernah ditolak saat hendak masuk SD di salah satu sekolah di daerah Kudus, Jawa Tengah.

Cerita tersebut dipaparkan dalam kesempatan berdiskusi bersama Direktur Siarindo Media Abdul Mutholib di kantor Siarindo Media, Rabu (17/1/2024).

“Dulu memang Anjas pernah menjadi korban bullying. Bahkan ketika SMP hampir ditolak dengan alasan mereka tidak menerima murid disabilitas,” perang Anjas kepada Muntholib dalam diskusi yang bertajuk “Kesehatan Mental”.

“Mereka beralasan tidak punya fasilitas dan sebagainya. Kemudian mereka meminta kepada orang tua saya untuk menyekolahkan saya di SLB,” imbuhnya.

Anjas menilai, bahwa penolakan tersebut bukan merupakan faktor pembullyan dari sekolah, melainkan ketidak sanggupan dan ketidaksiapan tenaga pendidik menerima siswa seperti Anjas.

“Sebenarnya yang menjadi permasalahan adalah, mungkin karena tenaga pengajar di lingkungan itu belum support, ya. Artinya mereka belum bisa melihat potensi saya,” ujar Anjas.

“Memang tindakan mereka tidak membully, saya yakin mereka orang baik. Tetapi mereka hanya tidak tahu bagaimana treatment kepada saya,” tambahnya.

TOKOH INSPIRATIF. Para narasumber ABM Inside foto bersama tim Siarindo Media di kantor Siarindo Media, Rabu (17/1/2024). Foto: Rama

Sejak kecil ia mengidap salah satu penyakit langka, yaitu osteogenesis imperfecta (OI). Penyakit itu menyerang tulang atau lebih tepatnya menghambat pengerasan pada tulang sehingga membuatnya menjadi rapuh.

Akibat penyakit itu pula, tulang belakang Anjas menjadi bengkok dan harus menggunakan alat bantu saat berjalan.

Lebih lanjut, Anjas sendiri merupakan alumni Jurusan Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Sejauh ini, eks Ketum PMII Komisariat UB tersebut berhasil menciptakan lima aplikasi dan tiga di antaranya fokus mengenai permasalah disabilitas.

Dari kelima aplikasi tersebut, aplikasi Difodeaf yang berisi kamus bahasa isyarat bagi penyandang tunarungu diganjar medali emas dari University of Malaysia pada tahun 2018.

Lantas bagaimana kisah perjuangan dan lika-liku Anjas menggagas lima aplikasi hingga diundang untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada tahun 2019?

Selengkapnya simak pemaparannya di channel YouTube ABM Inside.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *